Suara.com - Isu dugaan pelanggaran pidana terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad terus diungkap PDIP. Setelah Pjs Sekjen PDIP Hasto Kristianto membuka pertemuan rahasia Samad dengan sejumlah petinggi PDIP, terkait pencalonan wakil presiden pada pemilihan presiden 2014 lalu, kini giliran petinggi PDIP lainnya mengungkap hal yang sama.
Ketua Badan Bantuan Hukum PDIP Arteria Dahlan mengungkapkan, Abraham Samad dan sejumlah petinggi PDIP melakukan beberapa kali pertemuan untuk membahas pencalonan Samad menjadi kandidat cawapres mendampingi Joko Widodo. Selain bertemu dengan Hasto Kristianto, Samad juga bertemu dengan anak seorang mantan petinggi TNI yang dekat dengan PDIP berinisial RNH.
“Saya membawa bukti foto-foto pertemuan tersebut. Ini foto mereka dan sudah saya hilangkan beberapa orang di kanan-kirinya,” kata Arteria Dahlan dalam diskusi yang digelar Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Bakoel Coffe, Menteng, Jakarta, Minggu (1/2/2015).
Arteria mengatakan, pertemuan Abraham Samad dengan RNH tersebut untuk membahas pencalonan Samad sebagai cawapres. Pertemuan dilakukan di rumah milik salah seorang purnawiran TNI di kawasan Patal Senayan, Jakarta, seminggu sebelum Jokowi mengumumkan cawapres yang mendampinginya.
Siapa RNH dan apa hubungannya dengan pencalonan wakil presiden? Menurut Arteria, RNH memang bukan orang PDIP, namun dekat dengan petinggi PDIP yang mengetahui soal intelijen. “Abraham Samad waktu itu mengatakan akan membantu kasus yang membelit orang PDIP. 'Emir Muis PDIP, kan hukumannya ringan,” kata Arteria menirukan ucapan Samad.
PDIP sedang membidik Abraham Samad terkait dugaan pelanggaran pasal 36 UU KPK yang menyatakan KPK dilarang bertemu langsung atau tidak langsung dengan perkara pidana korupsi yang ditangani KPK dengan alasan apapun. Kasus ini sudah dilaporkan ke Mabes Polri dan sudah dilakukan pemeriksaan terjadap sejumlah saksi, termasuk pemilik Apartemen Capital, yang selama ini dijadikan lokasi pertemuan.
Pihak PDIP menilai kasus pertemuan Abraham Samad dengan sejumlah petinggi PDIP sebagai pelanggaran pidana. Namun, sejumlah pengamat hukum menilai kasusnya lebih ke pelanggaran etik selaku pimpinan KPK.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Kapal Tangker Bermuatan Avtur Alami Kendala di Perairan Pantai Glagah, Distribusi Dipastikan Aman
-
Tampang Insinyur India Diduga Agen Mossad, Bocorkan Lokasi Strategis Negara Sekutu AS
-
Aturan Ganjil Genap Ditiadakan Selama Libur Lebaran dan Nyepi, Ini Tanggalnya
-
BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG di Pamekasan, Sebut Paket Makanan Sebenarnya Lengkap
-
Bantargebang Belum Pulih, Ini Kapasitas Baru RDF Rorotan yang Siap Olah Ribuan Ton Sampah Tiap Hari
-
Populasi Komodo Kian Terancam, Pemerintah Didesak Buat Aturan Baru Perlindungan Habitat
-
Jimly Asshiddiqie Usul 16 UU Kepemiluan Disatukan Lewat Omnibus Law
-
Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Rumahnya Dibom Iran, Begini Kata Israel
-
Pemprov DKI Targetkan Pemulihan TPST Bantargebang dalam Sepekan
-
Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab