Suara.com - Di tengah demonstrasi mendukung Polri dan mendukung proses praperadilan yang diajukan Komisaris Jenderal Budi Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015), suasana dihebohkan oleh kehadiran delapan model cantik sekitar jam 10.20 WIB.
Kedelapan model yang juga penyanyi dangdut itu langsung membaur dengan massa.
Sorak-sorak demonstran dan anggota polisi pun terdengar. Bahkan, ada juga yang mengabadikan model-model tadi dengan ponsel.
Para model membawa pamflet bertuliskan "Save NKRI, Lindungi Institusi Polri dan KPK. Bukan melindungi oknumnya, maupun personalnya."
"Sekarang ke sini, save Polri, tapi kita mengedepankan save NKRI, mau KPK mau Polri semua kita dukung," kata salah satu model dari Naga Swara, Amanda Choes, di depan gedung pengadilan.
Amanda menilai kisruh antara KPK dan Polri selama ini tak selesai-selesai karena masing-masing saling mencari kesalahan yang lain.
"Kita melihat dan dipertontonkan oleh kasus yang mencari kesalahan lama, BG juga adalah kasus lama (yang dibongkar KPK), begitu juga kasus yang terjadi di KPK," kata Amanda.
Siang ini, PN Jakarta Selatan akan menyelenggarakan sidang praperadilan yang diajukan Budi atas penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Budi ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan kasus tindak pidana korupsi.
Pada waktu kasus tersebut sedang diusut, Bareskrim Mabes Polri menetapkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menjadi tersangka kasus saksi palsu. Hubungan antara KPK dan Polri pun semakin panas, apalagi sampai saat ini Presiden Joko Widodo belum juga mengambil sikap tegas untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?