Suara.com - Dalam konferensi pers di gedung KPK untuk menjawab berbagai tudingan, Senin (2/2/2015) petang, Ketua KPK Abraham Samad menegaskan bahwa sama sekali tidak ada niat untuk menjadikan lembaga yang dipimpinnya berada di atas hukum.
"Sama sekali KPK tidak pernah berniat untuk sok berada di atas hukum," kata Samad.
Samad menjamin semua tindakan KPK berdasarkan asas hukum.
Terkait dengan dilaporkannya empat pimpinan KPK dalam waktu hampir bersamaan, Bambang Widjojanto, Zulkarnaen, Adnan Pandu Pradja, termasuk Samad sendiri, menurut Samad, itu semua merupakan bentuk kriminalisasi.
"Laporan pidana ke pimpinan KPK ini tujuan untuk mengkriminalisasi. Dan sangat sulit dibantah bahwa itu berkaitan erat dengan BG sebagai tersangka," kata Samad.
Seperti diketahui, Bambang Widjojanto ditetapkan KPK menjadi tersangka dugaan kasus saksi palsu di tengah upaya KPK mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Komjen Budi Gunawan. Tak lama setelah itu, satu persatu pimpinan KPK dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.
Gara-gara jadi tersangka, Komjen Budi belum juga dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Kapolri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat