Suara.com - Sebuah foto yang memperlihatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad tengah bersama seorang anak petinggi tentara yang disinyalir terkait pertemuan untuk membahas tentang calon wakil presiden di Pilpres 2014 menjadi isu panas sepanjang, Senin (2/2/2015).
Abraham Samad pun angkat bicara soal itu. Dalam konferensi pers di KPK petang ini, Abraham menjelaskan bahwa sebagai seorang pejabat publik, ia sulit menghindari pertemuan dengan anggota masyarakat dari berbagai kalangan.
"Soal foto saya bersama dengan anak petinggi TNI, perlu saya jelaskan, saya sebagai pimpinan lembaga negara sering foto bersama orang," kata Samad.
Samad mengaku seringkali sulit menolak ketika diajak anggota masyarakat untuk foto bersama.
"Bahkan, di atas pesawat, saya masih ingat, beberapa pramugari ingin foto bersama saya," katanya.
Samad juga mengatakan tidak dapat menghindari pertemuan dengan politisi, elit politik, baik dalam kegiatan formal maupun informal.
"Saya juga tidak membantah nama saya sempat digadang-gadang akan menjadi calon wakil presiden, tapi saya pastikan, saya sama sekali tidak ada inisiatif untuk mencalonkan diri, tidak pernah," kata dia.
Samad juga memastikan bahwa ia tidak pernah menjanjikan untuk mengamankan kasus sebagai barter dirinya dipilih menjadi calon wakil presiden.
"Tidak pernah," kata Samad.
Samad mengatakan isu yang menerpanya belakangan ini, terutama sejak menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi, merupakan bagian dari ujian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat