Suara.com - Pengacara pengusaha garment Feriyani Lim (28), Haris Septiyansah membantah bahwa kliennya mempunyai hubungan dekat dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.
"Tidak ada hubungan sama sekali antara klien saya (Feriyani) dengan AS, saya yakin itu," ujar Haris di Mabes Polri, Senin (2/2/2015).
Haris pun menceritakan kejadian pemalsuan dokumen tersebut. Bermula pada Februari 2007 di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada saat itu kliennya, Feriyani berdomisili di Pontianak dan berencana pergi keluar negeri.
"Mau ke luar negeri dan butuh paspor. Kemudian diberitahu pindah ke Makassar katanya di sana ada yang bisa bantu yakni AS dan U (terlapor)," paparnya.
Haris pun beralasan, pada tahun 2007 yang lalu belum ada sistem online, sehingga terpaksa Feriyani pindah ke Makassar.
Pada saat di Makassar, kliennya hanya diminta foto, selanjutnya pengurusan paspor langsung diurus dan langsung jadi.
"Yang diubah itu alamat dan dia ikut dalam Kartu Keluarga AS," tandasnya.
Seperti diketahui, Abraham Samad dikabarkan dekat dengan Feriyani Lim. Kedekatan tersebut ditulis dibeberapa media online. Selain itu, nama Feriyani juga masuk di dalam kartu keluarga Samad.
Feriyani sendiri, hari ini telah melaporkan orang nomor satu di KPK dengan nomor laporan TBL/72/II/2015/Bareskrim.
Samad dijerat dengan Pasal 92 UU No 23 tahun 2006 dirubah menjadi UU No 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan atau Pasal 263 ayat 2 KUHP, Pasal 264 KUHP.
Berita Terkait
-
Prabowo Diminta Tarik Lagi 57 Eks Pegawai KPK, Yudi Purnomo: Jika Perintah Presiden, Saya Kembali
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi