Suara.com - Kepala Stasiun Besar Bogor, Jawa Barat, Dramin, menginformasikan perjalanan kereta api "commuter line" dari Bogor hanya akan berangkat sampai Manggarai akibat banjir yang melanda beberapa wilayah di Jakarta.
"Sejak pukul 11.30 WIB perjalanan dari Stasiun Bogor hanya sampai Manggarai, karena ada beberapa stasiun yang tergenang air di wilayah Jakarta," kata Kepala Stasiun Besar Bogor Dramin, di Bogor, Senin (9/2/2015).
Darmin mengatakan pihaknya sudah menginformasikan kepada seluruh penumpang di Stasiun Besar Bogor bahwa kereta tujuan Stasiun Jakarta Kota, Tanah Abang, Jatinegara, Bekasi hanya berhenti sampai Manggarai.
Ia mengatakan sejumlah stasiun yang terendam air di antaranya Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tanah Abang dan Kampung Bandan.
"Kita sudah umumkan informasi ini melalui pengeras suara setiap lima menit sekali," kata Darmin.
Menurut Darmin hingga saat ini situasi di Stasiun Besar Bogor masih normal, tidak terjadi penumpukan penumpang, aktivitas masih terlayani dengan baik tidak terjadi genangan air meski hujan terus mengguyur kawasan Bogor.
"Hujannya ringan jadi tidak ada genangan di Stasiun Bogor," kata Darmin.
Darmin menambahkan kondisi saat ini belum terjadi dampak dengan adanya gangguan perjalanan kereta. Namun, diprediksikan dampak terganggunya perjalanan kereta akan terjadi menjelang magrib saat jam pulang kerja.
"Sekarang masih normal, karena dari pagi kereta lancar perjalanannya. Paling menjelang magrib akan berdampak dari keterlambatan perjalanan kereta," ujarnya.
Hujan mengguyur wilayah Bogor sejak Senin dini hari dengan intensitas ringan berlangsung cukup lama, hingga berita ini diturunkan hujan ringan masih terjadi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
-
Buntut Hujan Deras, 39 RT di Jakarta Selatan Dikepung Banjir Setinggi 30 Sentimeter
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Pompa Saja Tak Cukup! Pramono Kaji Pembangunan 'Jalan Melayang' untuk Atasi Banjir Daan Mogot
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!
-
FPIR Desak Menhan Fokus Pada Ancaman Nyata Kedaulatan Negara: Jangan Terseret Isu di Luar Tugas
-
Pemprov DKI Siapkan 20 Armada Transjabodetabek Blok M-Badara Soetta, Tarif Mulai dari Rp2.000
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Jabodetabek, Cek Rinciannya di Sini
-
Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum
-
Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029