Suara.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Hanura Syarifudin Sudding mengatakan publik tidak perlu menekan Sarpin Rizaldi, hakim tunggal yang memimpin sidang gugatan praperadilan yang diajukan Mabes Polri atas penetapan Komisaris Jenderal Budi Gunawan.
Bila ada hakim bermasalah, katanya, ada Komisi Yudisial untuk tempat mengadukannya.
"Ada KY yang memutuskan bila ada pelanggaran etika yang dilakukan hakim," kata Sudding di DPR, Jakarta, Senin (9/2/2015).
Dia meminta publik membiarkan proses hukum yang sedang berjalan.
"Jangan lalu kita intimidasi personal hakim, ini kan sama saja memberikan sebuah tekanan. Itu hal yang tidak bagus," kata Sudding.
Seperti diketahui, publik mempertanyakan proses sidang praperadilan Budi Gunawan, terutama dengan penunjukan Sarpin Rizaldi sebagai hakim tunggal.
Menurut catatan ICW dan Tim Advokasi Kriminalisasi, ketika hakim Sarpin masih beracara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, ia pernah membebaskan terdakwa kasus korupsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
-
Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
MRT Berlakukan Tarif Rp243 Bagi Pelanggan Khusus Hari Ini, Berikut Persyaratannya
-
Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang