Suara.com - Sejumlah warga Kelapa Gading Jakarta Utara yang rumahnya kebanjiran mulai mengungsikan kendaraan ke tempat parkir mal atau jalan tol terdekat, Senin (9/2/2015).
"Biaya parkir di mal cuma Rp4.000-Rp5.000 per jam, lebih murah daripada mobil saya turun mesin bisa jutaan," kata Wisnu Nugraha, warga perumahan Kelapa Gading Barat, di pintu masuk Mall Artha Gading, Jakarta Utara.
Di dalam mobil mereka turut disimpan barang-barang elektronik.
Lain halnya dengan Christian, warga kelapa Gading Barat, yang terpaksa memarkirkan kendaraan di atas jalan layang tol Wiyoto Wiyono, yang berada di depan pintu masuk perumahannya.
"Banjir empat tahun lalu saya parkir dua malam di tol. Ini udah siap-siap karena di bawah (komplek rumahnya) sudah sepaha orang dewasa," kata Christian.
Menurut pengamatan, saat ini semakin banyak kendaraan yang terparkir di sisi kiri tol Wiyoto Wiyono dari Tanjung Priok arah Cawang sehingga menyebabkan kepadatan.
Selain itu pada pukul 16.30 WIB kedalaman air di kawasan Kelapa Gading dan Sunter belum juga surut, bahkan sejumlah kendaraan Dinas Pekerjaan Umum dan truk dari pabrik sekitar sunter disiagakan untuk mengangkut pekerja yang baru pulang kantor. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara