Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak pemerintah mengkaji ulang Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari demi pelurusan sejarah. Ketua AJI Indonesia, Suwarjono, dalam siaran pers yang diterima Senin (9/2/2015), mengatakan peringatan Hari Pers Nasional setiap 9 Februari itu sesungguhnya adalah hari kelahiran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
"Tidak tepat menyebutkan hari lahir organisasi wartawan dijadikan tonggak sejarah Hari Pers Nasional," kata Suwarjono.
AJI Indonesia juga mendesak pemerintah agar membatalkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 yang menjadi dasar penetapan Hari Pers Nasional. Menurut dia, pengkajian dan pelurusan sejarah pers nasional adalah hal penting agar publik tidak bingung dengan perkembangan pers di Indonesia.
"Sejarah pers Indonesia tidak dimulai dari lahirnya PWI pada 1946. Apalagi saat Orde Baru, organisasi ini justru menjadi bagian dari rezim yang mengekang kebebasan pers," tegas Suwarjono.
Dia mengatakan, kebangkitan pers nasional sudah berlangsung sejak ratusan tahun sebelumnya lahirnya PWI. Pada kurun 1774 hingga 1746 terbit koran "Bataviasche Nouvelles" di Jakarta. Selanjutnya, pada 1900, Abdul Rivai menerbitkan koran berbahasa Melayu, yakni Pewarta Wolanda. Dua tahun setelahnya, Abdul Rivai kembali menerbitkan koran berbahasa Melayu, yakni Bintang Hindia. Berikutnya koran Medan Prijaji yang diterbitkan oleh Tirto Adhi Surjo pada 1 Januari 1907.
Suwarjono melanjutkan, apabila merunut organisasi jurnalis sebagai patokan kelahiran Hari Pers Nasional maka PWI bukan organsasi wartawan pertama di Indonesia.
Pada 1914, Mas Marco Kartodikromo lebih dahulu mendirikan Inlandsche Journalisten Bond (IJB). Organisasi wartawan lainnya adalah Sarekat Journalist Asia (1925), Perkumpulan Kaoem Journalist (1831), dan Persatoean Djoernalis Indonesia (1940).
Dia mengatakan, banyak ahli sejarah memiliki versi berbeda terkait dengan kelahiran pers nasional yang masih sangat layak diperdebatkan dan didiskusikan lebih lanjut.
"Jadi Hari Pers Nasional layak dikaji ulang," tegas Suwarjono.
Hari Pers Nasional 2015 sendiri diperingati di Batam dengan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan sejumlah tokoh lainnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
6 Pesan Prabowo ke Polri: Jangan Sombong, Jangan Nyusahin Rakyat, Terus Perbaiki Diri
-
TPA Jatiwaringin Masih Membara, 2 Helikopter Water Bombing Diterjunkan ke Lokasi!
-
Dissenting Opinion Jadi Kunci, Akankah Nadiem Makarim Lolos di Pengadilan Tinggi?
-
Kronologi Terungkapnya Korupsi Penjualan BBM PT PPN, Negara Rugi Rp486 Miliar
-
Awkarin Kembalikan Uang Saku Hanania Travel, Polisi Himpun Rp110 Juta dari Para Influencer
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Tegas! Prabowo Minta Polri Menjadi Penjaga Demokrasi yang Dewasa
-
Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya
-
Viral Gunungan Sampah di Cakung Barat, Kelurahan Kerahkan Petugas dan Tutup TPS Liar
-
Habiburokhman: HUT ke-80 Harus Jadi Momentum Polri Perkuat Kepercayaan Rakyat