Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI), organisasi profesi yang beranggotakan sekitar 1.800 jurnalis di Indonesia, mendesak pemerintah untuk membuka akses jurnalis asing untuk melakukan peliputan di Papua.
AJI meyakini salah satu jalan untuk membangun kembali kepercayaan terhadap Pemerintah Indonesia dan kerja pers di Papua adalah membuka akses peliputan di Papua kepada para jurnalis asing yang kredibel.
Pemberitaan oleh jurnalis asing soal Papua, justru bisa menjadi pembanding atas segala informasi sepihak media alternatif yang mengabaikan prinsip jurnalisme.
"Kami percaya pemberitaan masalah Papua oleh jurnalis asing pada akhirnya justru membuktikan kerja pers di Papua profesional dan independen,” kata Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia, Iman D Nugroho, seperti rilis resmi yang diterima suara.com, Senin (22/12/2014).
AJI juga berpendapat, sikap tertutup pemerintah Indonesia atas Papua, malah membuat munculnya pemberitaan di internet yang tidak jernih mengabarkan kondisi Papua sebenarnya.
Hal lain yang dikecam AJI adalah upaya Kementerian Kominfo yang memblokis situs Papuapost.com. Situs itu diketahui diblokir atas permintaan Pangdam Cendrawasih.
Aksi penutupan situs tersebut, menurut Ketua AJI Indonesia Suwarjono, akan mendorong kemunculan lebih banyak situs-situs lain yang semakin jauh dari prinsip-prinsip kerja jurnalisme yang mengedepankan verifikasi dan konfirmasi.
“Pemblokiran justru dapat dikampanyekan sebagai bukti bahwa Pemerintah RI mengabaikan jaminan kebebasan berekspresi di Papua, dan merampas hak warga untuk menilai sendiri kualitas informasi dari situs yang diblokir,” kata Suwarjono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik
-
Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan
-
Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual
-
Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang