Suara.com - Tim Disaster Victim Identification Rumah Sakit Bhayangkara, Kepolisian Daerah Jawa Timur, telah mengidentifikasi jenazah kopilot pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata pada 28 Desember 2014.
Kepala Tim DVI Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Budiyono, mengatakan jenazah Kopilot Remi Plesel teridentifikasi bersama satu jenazah lain atas nama Megawati.
"Hari ini kita berhasil mengidentifikasi dua jenazah, yakni jenazah Kopilot Remi Plesel yang berlabel B097, ditambah satu jenazah penumpang atasnama Megawati dengan label B098," kata Budiyono, Selasa (10/2/2015).
Ia mengatakan jenazah kopilot warga negara Prancis berusia 46 tahun itu teridentifikasi dari pakaian yang masih terpakai, kecocokan data primer gigi, serta kesesuaian umur dan jenis kelamin.
Sementara jenazah Megawati, perempuan 42 tahun asal Surabaya, teridentifikasi dari kecocokan data gigi primer, kesesuaian jenis kelamin, dan celana pendek yang masih melekat yang serupa dengan yang tampak di kamera pengawas Bandara Juanda.
Sementara Staf Bagian Keselamatan dan Keamanan AirAsia Indonesia, Dono B Sukoco, mengatakan masih berkoordinasi dengan keluarga kopilot terkait mekanisme pengiriman jenazah ke negara asalnya, Prancis.
"Saat ini, jenazah Remi Plesel masih disimpan di ruang pendingin jenazah RS Bhayangkara Polda Jatim, dan kita menunggu konfirmasi keluarga korban di Prancis," katanya.
Dengan demikian, total jenazah yang teridentifikasi hingga hari ke-45 proses identifikasi sebanyak 75 jenazah korban dari total 102 jenazah dan bagian tubuh yang dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara. (Antara)
BACA JUGA:
Duo Serigala: Gerakan Payudara Jangan Dipermasalahkan
Duh, Perempuan Indonesia Bugil di Jalanan Kuala Lumpur
Ini yang Membuat Ludwig Yakin Tak Menikahi Jessica
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara