Suara.com - Satu bulan sebelum digelar pemilihan umum, auditor pemerintah mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena menghamburkan unag negara hingga ratusan ribu dolar Amerika untuk hal yang tidak penting.
Uang ratusan ribu dolar Amerika itu untuk membeli makanan meski PM Israel mempunyai koki pribadi serta untuk membeli es krim. Tidak tanggung-tanggung, Netanyahu menghabiskan 2.500 Amerika per bulan atau sekitar Rp31 juta untuk membeli es krim.
Dalam laporan audit yang dikeluarkan kemarin oleh Pengawas Negara, Yosef Shapira, Netanyahu dan istrinya, Sara, juga dikritik karena menghabiskan ribuan dolar Amerika untuk berlibur di kampung halamannya di Caesarea.
Sekitar 20 ribu dolar Amerika dihabiskan untuk konsumsi air di rumahnya dan juga untuk perbaikan listrik. Audit itu juga menemukan kecurangan yang dilakukan Netanyahu saat menyewa karyawan di Likud Central Committee untuk menjadi tukang listrik selama akhir pekan dalam tiga bulan terakhir.
Selain itu, istri Netanyahu juga menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli alat kecantikan dan produk kecantikan. (UPI)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!