Suara.com - TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0116/Nagan Raya, Provinsi Aceh, menemukan dan memusnahkan ganja yang ditanam di lahan seluas sekitar satu hektare.
Pemusnahan dipimpin Komandan Kodim 0116/Nagan Raya Letkol Arm Erland Hendriatna, Senin. Ladang ganja tersebut berada di Gampong, Babah Suak Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Pemusnahan tanaman ganja tersebut turut disaksikan pihak kepolisian, tokoh masyarakat serta unsur pimpinan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Sebagian tanaman ganja diserahkan ke Polres Nagan Raya sebagai barang bukti.
Letkol Arm Erland Hendriatna mengatakan tanaman ganja di ladang tersebut diperkirakan berusia enam bulan dan siap panen. Ketinggian tanaman ganja mencapai dua meter.
"Ladang ganja ini berada di kawasan yang dapat ditempuh dari pusat Gampong Babah Suah. Lokasi ladang berada di perbukitan terjal dan curam. Untuk sampai ke ladang membutuhkan waktu dua jam berjalan kaki," katanya.
Ia mengatakan, penemuan ladang ganja tersebut bermula dari informasi masyarakat yang merasa resah karena dilarang berkebun oleh sekelompok orang. Sekelompok orang tersebut melarang masyarakat berkebun di sekitar areal penemuan ladang ganja itu.
Dari keresahan tersebut, kata dia, masyarakat melaporkan ke Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang. Kemudian, laporan tersebut ditindaklanjuti dan ternyata ditemukan ladang ganja siap panen.
"Namun, sampai saat ini pemilik ladang ganja tersebut belum diketahui. Kami berkoordinasi dengan Polres Nagan Raya untuk mendalami siapa pemilik ladang ganja tersebut serta diperkirakan ada ladang ganja lainnya di sekitar temuan itu," kata Letkol Arm Erland Hendriatna. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar