Suara.com - Kota Bandung segera memiliki Tombol Panik yang akan terhubung ke ruangan Bandung Command Center (BCC) di ruang kerja Wali Kota Bandung H Ridwan Kamil.
"Sekarang sistem tombol panik itu sedang dalam proses pembuatan bersama Telkom, semoga bisa terpasang dan berfungsi tiga bulan lagi," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Selasa, (3/3/2015).
Emil menjelaskan tombol panik adalah aplikasi yang bisa digunakan untuk melaporkan masalah-masalah yang dilihat warga Bandung ke Bandung Comand Center (BCC) di Balaikota, seperti kemacetan, kerusakan jalan, dan sebagainya. Aplikasi tersebut nantinya dapat diakses melalui ponsel pintar atau gadget lainnya oleh warga Bandung.
"Sekali tekan 'tombol panik', nanti akan langsung terdeteksi di BCC," katanya.
Aplikasi tersebut bisa dipergunakan juga untuk melaporkan tindak kriminal, termasuk begal. Menurut dia warga tak perlu khawatir karena menurutnya Bandung relatif aman. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk menjaga keamanan.
"Saya juga mengimbau agar warga selalu taat aturan," katanya.
Ia berharap melalui aplikasi tersebut, laporan-laporan terkait masalah kota Bandung bisa terdeteksi dan ditindaklanjuti. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat