Suara.com - Camat Kebon Jeruk Agus Triono mengaku kaget atas munculnya pos anggaran pengadaan alat uninterruptible power supply (UPS ) atau alat penyimpan daya sementara di dalam Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah tahun 2015 vesi DPRD untuk kantor Kecamatan Kebon Jeruk. Pasalnya, Agus merasa tidak pernah mengajukan pengadaan barang tersebut.
"Di Kebon Jeruk nggak ada anggaran itu. Kita tidak mengusulkan," kata Agus ketika dihubungi suara.com, Selasa (3/3/2015).
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan bahwa dana siluman pembelian alat UPS tidak hanya muncul di pos Dinas Pendidikan, melainkan juga muncul untuk sejumlah kecamatan yang nilainya Rp 4.220.000.000 tiap kecamatan.
Agus malah bingung kalau nanti sampai datang alat tersebut, dimana lokasi untuk menyimpannya, mengingat kantor kecamatan tidak memiliki ruangan khusus untuk itu.
"Nah, kita bingung lagi nempatinnya, karena itu kan harus ruangan khusus, kantor kita nggak didesain untuk ruangan itu. Kantor kecamatan belum siap untuk itu," katanya.
Agus menambahkan Kecamatan Kebon Jerok belum membutuhkan UPS karena pasokan listrik di sini sudah baik. Terkadang, listrik memang byar-pet, tapi hal tersebut sudah diatasi dengan adanya genset.
"Listrik cukuplah, nggak kurang dan nggak melebihi kapasitas (alat yang ada). Komputer kita ada cukup banyak 25-30 unit. Cukup untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.
Agus mengungkapkan pagu anggaran Kecamatan Kebon Jeruk sekitar Rp5,9 miliar. Daripada untuk belanja alat UPS yang nilainya empat miliar rupiah lebih, lebih baik dialokasikan untuk pembangunan di sektor lain.
"Kalau melihat kebutuhan mending untuk infrastruktur, jalan, saluran, penghijauan, itu yang dibutuhkan masyarakat. Sampai saat ini (UPS) belum terlalu urgent-lah," kata dia.
Seperti diketahui, saat ini ramai diberitakan adanya dana siluman di APBD 2015 versi DPRD sebesar Rp12,1 triliun. Dana ini ditemukan Ahok setelah mencocokkan APBD pemerintah dengan yang sudah disahkan DPRD.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal