Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah menyatakan bahwa dana siluman pembelian alat uninterruptible power supply (UPS ) atau alat penyimpan daya sementara di dalam Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah tahun 2015, tidak hanya muncul di pos Dinas Pendidikan, melainkan juga muncul untuk sejumlah kecamatan yang nilainya Rp 4.220.000.000 tiap kecamatan.
Salah satu kecamatan yang diusulkan mendapatkan anggaran itu adalah Tambora, Jakarta Barat. Tapi, Camat Tambora Mursyidin kaget dengan munculnya anggaran untuk pengadaan UPS di kantor kecamatannya.
"Kecamatan Tambora tidak pernah mengusulkan itu, kita baru tahu dari media," kata Mursyidin saat berbincang dengan suara.com, Jakarta, Selasa (3/7/2015).
Mursyidin mengatakan kecamatannya memiliki pagu anggaran sekitar Rp3 miliar sampai Rp5 miliar, tapi proses penganggarannya, tidak bisa asal-asalan. Untuk mengusulkan anggaran, kata dia, harus melewati perencanaan dengan melibatkan RT/RW, kelurahan, baru kemudian dibawa ke kecamatan. Dari kecamatan, lanjut Mursyidin, baru dibawa ke kota administratif untuk dimasukkan ke Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kota Administratif Jakarta Barat.
"Itu mekanisme yang kita gunakan untuk menganggarkan sesuatu," kata dia.
Terkait dengan pengadaan UPS untuk kantor kecamatan, Mursyidin mengatakan bahwa saat ini memang butuh, tapi belum mendesak.
"Butuh (UPS) tapi bukan situasi yang mendesak. Butuh kalau misalnya mati listrik, itu bisa menolong. Tapi memang tidak dengan kapasitas sebesar itu," ujarnya.
Untuk saat ini, kata dia, lebih baik anggaran untuk pengadaan UPS dialokasikan ke pos lain yang lebih mendesak, seperti peningkatan sarana dan prasarana kantor serta perbaikan gedung kantor kecamatan. Di Kantor Tambora, katanya, saat ini membutuhkan tambahan komputer untuk pengurusan administrasi data kependudukan.
"Paling komputer saja untuk bantuan menyimpan data," tutur Mursyidin.
Menurut Mursyidin pembangunan pasar, taman, pemukiman maupun tata kota juga lebih mendesak untuk diperhatikan.
"Lebih baik untuk pasar, taman, pemukiman, kemiskinan, mengatasi tawuran remaja, perbaikan drainase, jalan berlubang, dan sampah," katanya.
Seperti diketahui, saat ini ramai diberitakan adanya dana siluman di APBD 2015 versi DPRD sebesar Rp12,1 triliun. Dana ini ditemukan Ahok setelah mencocokkan APBD pemerintah dengan yang sudah disahkan DPRD.
Berita Terkait
-
Sempat Mandeg Sejak 2019, Sertifikasi Tanah Warga Jakarta Butuh Dana Pemerintah Pusat
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda