Suara.com - Emen, begitu dia dipanggil. Lelaki bernama asli Rival Efendi (22) ini sangat disegani oleh rekan-rekannya. Dialah orang yang memimpin aksi begal di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa waktu yang lalu.
Emen bersama komplotannya sebelum ditangkap polisi, tinggal di kawasan Gang Bona, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Di kontrakan itulah, mereka merencanakan aksi kejahatan.
Emen terendus polisi berkat cerita seorang preman yang ditangkap petugas Polisi Resort Metro Jakarta Timur dalam razia besar-besaran pekan lalu.
Preman tersebut bercerita kalau sepeda motor Honda C70 hasil aksi begal di Jalan I Gusti Ngurah Rai, 2 Februari 2015 lalu berada di kontrakan Emen.
Berangkat dari informasi itu, polisi pun bergerak ke kontrakan yang ditunjukkan preman tadi. Benar saja, ketika polisi tiba, terlihat barang bukti sepeda motor.
Menyadari polisi datang, Emen hendak kabur. Tapi, ia terjungkal setelah kaki kanannya ditembak petugas. Tiga rekan Emen pun berhasil disergap. Mereka adalah Riswan Isbandi alias Ompong (21), Aldi Yulian alias Tompel (18), dan Richard Nur Fadli Putra (17).
Keempat lelaki itu kemudian diseret ke Polsek Duren Sawit dan sekarang ditahan di sel Polres Jakarta Timur.
Kepada polisi, mereka mengaku sudah tiga kali melakukan aksi kejahatan.
Dalam beraksi, mereka mengaku menggunakan dua hingga empat sepeda motor. Senjata tajam selalu mereka bawa untuk mengancam mangsa.
"Dia biasanya mencari jalan yang jalannya lurus, lebar dan panjang. Supaya gampang kaburnya," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Resort Metro Jakarta Timur Komisaris Polisi Sri Bhayakari kepada suara.com, Selasa (3/3/2015).
Peran Emen tiap kali beraksi adalah mengancam mangsa dengan sebilah parang. Sementara anak buahnya berperan memepet sepeda motor korban.
"Mereka memang biasanya mengincar korban dulu dari jauh. Biasanya yang sendirian dan laju motornya pelan. Ketika sasaran ditemukan, mereka baru beraksi," tambah Sri.
Sayangnya suara.com tidak bisa wawancara langsung Emen dan komplotan. Ketika datang ke polres, suara.com hanya diperkenankan melihat mereka dari kejauhan.
Selama ini, Emen sudah tiga kali beraksi. Ia dan komplotannya tidak membawa bendera geng apapun.
"Mereka tidak tergabung dalam tim apapun, cuma teman nongkrong biasa, dan mereka adalah pemain baru," kata Sri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia
-
Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?
-
'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya