Suara.com - Sekitar 300 orang ditahan oleh kepolisian di Negara Bagian Bihar, India karena diduga membantu para siswa di sebuah sekolah di India untuk mencontek dalam ujian. Sebagian besar yang ditahan adalah orang tua murid.
Selain orang tua murid polisi juga menahan sejumlah rekan siswa. Sementara sebanyak 750 pelajar dikeluarkan dari sekolah mereka, demikian dilaporkan BBC, Sabtu (21/3/2015).
Aksi contek-mencontek di Bihar menjadi pembicaraan hangat pekan ini setelah seorang wartawan memotret sejumlah besar orang tua memanjat dinding sekolah untuk memberikan contekan kepada anak mereka. Beberapa polisi yang berjaga di luar sekolah tampak cuek dan diam saja melihat aksi itu.
Foto yang beredar luas di media sosial dan media konvensional itu memantik cemooh kepada sistem pendidikan India, khususnya di negara bagian Bihar, yang sedang menggelar ujian akhir dan melibatkan sekitar 1,4 juta pelajar.
Akibat insiden memalukan itu, pemerintah setempat membatalkan penyelenggaraan empat ujian lainnya.
Menteri Kepala Negara Bagian Bihar, Nitish Kumar, mengecam tradisi mencontek itu tetapi dia menekankan bahwa foto yang beredar di media itu tak mewakili keadaaan sebenarnya di wilayahnya.
Ia mewanti-wanti para orang tua bahwa membantu anak-anak mencontek hanya akan merusak masa depan mereka.
Sementara Menteri Pendidikan Bihar, PK Shahi mengatakan orang tua seharusnya membantu pemerintah untuk menggelar ujian yang jujur dan adil.
"Tiga sampai empat orang membantu satu siswa dan itu berarti ada sekitar enam sampai tujuh juta orang membantu para pelajar mencontek," kata Shahi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru
-
Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku