Suara.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berupaya menangkal paham ISIS melalui pendalaman materi Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang menjadi materi pokok kajian ke-Islam-an organisasi itu.
"Sejak adanya gerakan ISIS, apalagi ada warga Indonesia yang terbukti telah bergabung dengan gerakan radikal itu, kami sengaja menambahkan jam materi kajian NDP pada setiap latihan kader (LK) dari sebelumnya hanya empat jam menjadi 10 jam," kata Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Moh Khofifi kepada Antara di sela-sela LK I di lembaga pendidikan Islam Al-Ikhlas, Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Sabtu (21/3/2015) malam.
Ia menjelaskan, penambahan jam materi NDP itu dimaksudkan agar pemahaman anggota HMI tentang Islam lebih mendasar, utuh, dan tidak parsial. Sehingga substansi pesan Islam, sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam, mampu dipahami, diresapi dan diaplikasikan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
"Karena kan sebenarnya Islam ini merupakan agama cinta damai, menolak terhadap kekerasan, menghormati kebebasan berfikir, serta menghargai perbedaan pemahaman," katanya.
Kekerasan, apapun bentuknya, kendati atas nama agama, merupakan perbuatan terlarang, dan Islam tidak mengajarkan praktik kekerasan, bahkan Islam sangat menganjurkan untuk bersikap sopan, dan mengedepankan dialog apabila terjadi perbedaan pendapat.
NDP merupakan panduan kajian ke-Islam-an yang menjadi materi wajib di berbagai kegiatan pelatikan di organisasi itu, mulai dari LK I, LK II hingga LK III.
Materi kajian ke-Islam-an organisasi ini dirumuskan pada Kongres ke-9 HMI di Malang tahun 1996 dengan memberikan mandat pada tiga orang sebagai tim perumus, yakni Endang Syaifuddin Ansori (almarhum), Nurcholis Madjid (almarhum) dan Sakib Mahmud.
Pada Kongres ke-10 di Palembang tahun 1971 konsep dasar Islam ini dikukuhkan dengan nama "Nilai-Nilai Dasar Perjuangan" yang disingkat dengan NDP tanpa perubahan isi sama sekali.
Pada kongres ini, NDP secara resmi dijadikan sebagai pedoman perjuangan HMI, sebagai pemahaman Islam mazhab HMI yang memuat tujuh tema pokok, yakni (1) Dasar-dasar Kepercayaan, (2) Pengertian Dasar tentang Kemanusiaan, (3) Keharusan Universal (takdir) dan Kebebasan Individu (ikhtiar), (4) Ketuhanan yang Maha Esa dan Kemanusiaan, (5) Individu dan Masyarakat, (6) Keadilan Sosial dan Keadilan Ekonomi, (7) Kemanusiaan dan Ilmu Pengetahuan, serta (8) Penutup.
Instruktur NDP HMI Pamekasan Sulaisi Abdurrazaq menjelaskan, substansi kajian ke-Islam-an sebagaimana tertuang dalam NDP itu sebenarnya menginginkan agar kader-kadernya memiliki pemahaman ke-Islam-an yang toleran, menghargai perbedaan pendapat dalam menafsirkan pemahaman keagamaan melalui pendekatan "teologis-filosifis" dengan menekankan kepada pemahaman bahwa kebenaran yang dimiliki manusia nisbi, karena kebenaran sejati hanya milik Allah.
"Makanya dalam setiap penyampaian materi, yang kita tekankan pada kenisbian kebenaran manusia itu, dan agama adalah kepercayaan, serta sebagai alat untuk mendekati kebenaran mutlak, yakni Allah itu sendiri," katanya.
Mantan Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan ini lebih lanjut menjelaskan, terciptanya paham-paham radikal yang berkembang di dunia selama ini, salah satu penyebabnya, karena berupaya menyuguhkan tafsir pemahaman keagamaan, dengan mengatasnamakan agama.
"Padahal antara agama dengan tafsir pemahaman agama sangat berbeda," katanya.
Berita Terkait
-
Gagal Promosi Super League, Deltras FC Justru Hattrick Raih Lisensi AFC
-
3 Zodiak Beruntung Secara Finansial Minggu Depan 18-24 Mei 2026
-
Sonny Stevens Beri Sinyal Ingin Pensiun Bersama Dewa United
-
Bukan LCGC! Hatchback 1.200cc DOHC Ini Tembus 21 Km/Liter, Bekasnya Cuma Rp 65 Jutaan
-
Deltras FC Kembali Kantongi Lisensi AFC, 3 Musim Beruntun Penuhi Standar Profesional
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia