Suara.com - Kuasa hukum terdakwa Neil Bantleman, Hotman Paris Hutapea menuding ada oknum yang merekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan hasil visum terkait kasus pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS).
"Aku akan menunjukkan telah terjadi permainan hukum," kata Hotman Neil Bantleman usai mendengarkan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2015).
Hotman mengaku, ada oknum yang sengaja rekayasa kasus kliennya untuk mendapatkan ganti rugi sebesar 125 juta dolar Amerika Serikat.
Menurutnya, rekayasa kasus itu terbongkar setelah pihaknya mendapatkan hasil laporan medis dari Rumah Sakit di Singapura dan putusan Pengadilan Tinggi Singapura.
Sebelumnya, kata Hotman, pihak JIS menolak permintaan uang damai sebesar 13,5 juta dollar Amerika Serikat dari salah seorang ibu anak.
Dari hal itu, sambungnya, secara tiba-tiba anak dan ibunya yang awalnya bersumpah tidak pernah menjadi korban sodomi, langsung berubah pengakuan dengan menuduh dua guru JIS, Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong sebagai pelaku sodomi.
"Tapi 13,5 juta dolar Amerika Serikat ditolak, kemudian dia dalam kurun waktu dua minggu disodomi," jelas Hotman.
Menurutnya hasil visum di Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Bhayangkara berbeda total dengan hasil laporan medis di Singapura atas anak yang sama.
"Ini ada tanda tangan dari Rumah Sakit Singapura. Tanda tangan lengkap semua anak tidak disodomi. Tiga tim dokter Singapura menyatakan bersih dan hasil visum negatif. Kemudian, dia mencari dokter yang memperlihatkan hasil visum positif, yaitu di RS Bhayangkara," tutup Hotman.
Seperti diberitakan, salah satu guru JIS Neil Bantleman kini telah divonis 10 tahun penjara dan denda Rp100 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
-
Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026
-
Spanyol Kecam Komentar Donald Trump terhadap Paus Leo XIV
-
Aktivis Mahasiswa Geruduk MK, Minta Kasus Air Keras Andrie Yunus Tak Masuk Peradilan Militer