Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menambah tempat pemakaman umum (TPU). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, nantinya selutuh TPU juga akan masuk ke dalam program Jakarta smart city. Tujuannya, agar memudahkan masyarakat yang ingin mengetahui di mana ada tempat makam yang masih kosong.
"Kita mau nambah TPU terus masukin ke smart city. Jadi orang bisa masuk liat," ujar Basuki yang biasa disapa Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2015) malam.
Kepada wartawan Ahok mengatakan, nantinya seluruh pemakaman dapat dipantau melalaui aplikasi yang bisa diunduh di smartphone. Dan warga yang ingin memgetahui, apakah ada tempat yang kosong, tidak perlu mendatangi pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).
"Semua mau kita bikin online. Jadi orang ga perlu ke PTSP, lewat smartphone pun cari bisa ketauan nih mana (tanah) yang kosong," kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengatakan, nantinya hal serupa juga akan diterapkan di seluruh rumah sakit yang ada di Jakarta. Dengan adanya program itu, maka masyarakat dapat memgetahui di mana kamar rawat yang masih tersedia.
"Sama seperti rumah sakit kita lagi siapkan mana yang ada kamar kosong. Sekarangkan belum, kan digabung semua nih. Nah ini tugas dinkes untuk gabungin semua RSUD kita," tutup mantan politisi Golkar dan Gerindra itu.
Tag
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara