Suara.com - Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah menawarkan gencatan senjata antara organisasi teroris itu dengan negara lain. Ide gencatan senjata itu diungkapkan oleh tahanan ISIS, John Cantlie dalam artikel yang ditulis di majalah Dabiq.
Cantlie yang merupakan jurnalis asal Inggris menulis, negara-negara lain mau tidak mau harus mengakui ISIS sebagai sebuah negara. Ini merupakan kali pertama organisasi teroris itu memunculkan skenario gencatan senjata.
Cantlie mengungkapkan, ISIS terus berkembang semakin kuat sehingga Amerika Serikat dan sekutunya tidak mempunyai pilihan lain selain mengakui ISIS sebagai sebuah negara.
“Saya bukan ahli dalam hal ini tetapi seseorang tidak bisa mengharapkan organisasi menguasai kota dan punya pasukan polisi sendiri, mempunyai tank dan artileri, punya puluhan ribu tentara dan juga mata uang sendiri. Itu semua merupakan tanda dari sebuah negara. Bisakah ISIS yang didirikan pada Juni lalu menjadi sebuah negara?” tulis Cantlie dalam artikel tersebut.
Cantlie menambahkan, satu-satunya opsi yang bisa dilakukan Amerika Serikat adalah menerima tawaran gencata senjata dengan ISIS.
“Apa alternative lain yang ada, melancarkan serangan udara ke setengah lusin negara dalam waktu bersamaan? Mereka harus menghancurkan setengah wilayah apabila hal itu yang dilakukan,” kata Cantlie. (News.com.au)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT