Suara.com - Seorang pendaki hilang di Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung. Pendaki yang hilang bernama Zaenuri Ahmad, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Sampai saat ini pencarian masih dilakukan. Dua 2 hari Zaenuri dicari oleh tim SAR gabungan.
"Proses pencarian terhadap pendaki yang tersesat tersebut hingga Sabtu petang belum juga membuahkan hasil," kata anggota tim Basarnas Semarang, Rindang Kristyanto di Temanggung, Sabtu (4/4/2015).
Zaenuri Ahmad asal Klaten Jawa Tengah mulai melakukan pendakian bersama enam rekannya dari Pos Kledung, Kamis (2/4/2015). Keenam rekannya yang selamat adalah Agus Muhammad Irsyad, Muhammad Saifidin, Rida Hidayah Pratiwi, M.Adlan Syah, Bekti Solehudin, dan Muhamad Naufal.
Rindang mengatakan pencarian hari ini dimulai pada pukul 07.30 WIB. Pencarian dilakukan dengan membagi tim SAR gabungan menjadi tiga SRU atau grub.
Ketiga SRU dengan jumlah lebih dari 56 personel. Mereka mencari di area pencarian yang sudah ditentukan berdasarkan jejak terakhir yang ditinggalkan korban.
Ia mengatakan hari ini SRU 1 dan SRU 2 menginap di atas, sedangkan SRU 3 bersama sekitar 20 warga yang turut melakukan pencarian sejak Jumat (3/4/2015) dan hari Sabtu turun karena kehabisan logistik.
Ia menuturkan rencananya, Minggu (5/4/2015) besok pencariaan akan dimulai pukul 07.00 WIB. Adapun area pencarian yang akan disisir berada di sekitar pos 3, di sekitar ketinggian 2.275 Mdpl. Daerah tersebut bukan jalur pendakian. Namun di situ ada sungai sebagai sumber air.
"Kami curiga korban berada di sekitar sungai yang ada sumber airnya tersebut," katanya.
Ia menjelaskan untuk mencapai lokasi tersebut, dari pos Kledung harus melewati Pos 1, Pos 2 dan Pos 3. Dari Pos 3 kemudian naik lagi menuju Batutata, kemudian belok ke kiri atau turun. Dari lokasi itulah akan dilakukan penyapuan dengan teknik "open greet", yaitu teknik pencarian dimana tim SAR berjajar melebar dengan jarak dua hingga tiga meter. Kemudian berjalan bersama sama sesuai dengan area pencarian yang sudah ditentukan.
Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono mengatakan agar para pendaki mematuhi imbauan dari otoritas gunung berapi setempat dalam melakukan aktifitas pendakian. Misalnya melapor sebelum melakukan pendakian.
Ia mengatakan saat ini masih masa pancaroba dengan curah hujan cukup tinggi. Apabila mendaki agar disiapkan perizinan dari otoritas setempat, bekal yang cukup baik makanan maupun baju hangat, dan kondisi fisik yang sehat serta membawa sarana navigasi darat. Misalnya kompas dan GPS dan alkom sehingga mudah dipantau.
"Jika terjadi sesuatu, misalnya tersesat segera hubungi posko pendakian dan meminta bantuan SAR," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan