Suara.com - Sekjen Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Idrus Marham, menduga ada pemberian uang ratusan juta dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Ancol, Jakarta. Seperti diketahui, Munas Ancol itu sendiri akhirnya dimenangkan oleh Agung Laksono yang terpilih sebagai Ketua Umum Golkar.
"Dari informasi yang saya dengar, mereka (pemegang mandat) dibagikan Rp500 juta," kata Idrus, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (6/4/2015).
Berdasarkan informasi itu, Idrus pun mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut dugaan pembagian uang dalam Munas tersebut.
"Ini juga harus diungkap," tegasnya.
Sementara itu, soal penetapan dua tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen oleh penyidik Bareskrim hari ini, Idrus pun mendesak penyidik untuk mengusut keterlibatan pihak lain. Pasalnya, dia menganggap ada pihak lain yang diduga terlibat dalam menandatangani pemalsuan dokumen. Dari situlah menurutnya, sebanyak 70 persen peserta Munas Ancol diduga menggunakan mandat palsu.
"Karena saya dengar ada lima pihak yang (memberikan) paraf itu. Siapa saja (orangnya itu) harus diusut. Dari 270 (surat mandat), ada sekitar 70 persen palsu," katanya.
Diketahui, Bareskrim Polri sebelumnya telah menetapkan HB dan DY sebagai tersangka dalam kasus ini. Keduanya dianggap terlibat kasus dugaan pemalsuan dokumen dalam Munas Partai Golkar di Ancol, Jakarta.
HB dan DY disangka melanggar pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam waktu dekat, penyidik Bareskrim Mabes Polri bakal memanggil keduanya untuk diperiksa sebagai tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang
-
Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir