Suara.com - Kepolisian Resort Nagan Raya, Polda Aceh berhasil menemukan sekitar 40 ribu batang ganja berusia 4 sampai 6 bulan atau seluas lima hektar lebih dikawasan pegunungan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh.
"Ada tiga lokasi berbeda kita menemukan ladang ganja siap panen ini, ke depan kita berharap ada bantuan dari BNK pusat untuk melakukan pemotretan udara karena di wilayah kerja kita ini disinyalir masih sangat luas namun belum terpetakan karena berada di atas pegunungan," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Agus Adrianto di Jeuram, Minggu (12/4/2015).
Dia menjelaskan, dalam operasi antik 2015 dipimpin langsung kapolres tersebut ditemukan ladang ganja dengan luas lahan bervariasi dengan menempuh jarak tiga jam perjalanan kaki.
Sebanyak 40 orang personel polri yang turun kelokasi menemukan seluas 2,5 hektar ladang ditanami sekitar 30 ribu batang pada lokasi pertama, kemudian lokasi kedua ditemukan satu hektar tumbuh 4.000 batang ganja, sementara titik ketiga ditemukan 1,5 hektar sebanyak 6.000 batang ganja.
Dari total 40 ribu batang atau sekitar 20 ton ganja yang ditemukan langsung dimusnahkan dengan mencabut dan dibakar, sebagai barang bukti untuk pemusnahan pihaknya membawa pulang sebanyak 1.000 batang ganja ke Mapores Nagan Raya.
"Setelah operasi Optik ini selesai nanti akan kita lakukan pemusnahan masal. Dalam operasi kemarin pemiliknya diduga sudah lari karena mereka memantau kedatangan kita dari atas pegunungan," jelasnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar