Suara.com - Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama, Rabu (22/4/2015) memutuskan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1436 Hijriyah/2015 Masehi sebesar 2.717 dolar atau sekitar Rp33,962 juta. Angka ini turun 502 dolar dari biaya haji tahun 2014 yakni 3.219 dolar.
"Alhamdulillah, berkat perjuangan bersama, akhirnya Komisi VIII DPR berhasil mewujudkan aspirasi dan harapan masyarakat untuk dapat menurunkan BPIH agar masyarakat lebih terbantu untuk melunasinya," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Deding Ishak di Gedung DPR Jakarta.
Hal itu disampaikan Deding seusai melakukan rapat kerja Komisi VIII DPR dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait dengan laporan Panja BPIH yang telah bekerja marathon hingga Rabu dinihari untuk menuntaskan pembahasan BPIH Tahun 1436 H/2015 Masehi.
Penurunan ini dilakukan melalui penghematan dari berbagai komponen penyelenggaraan haji, utamanya tiket penerbangan, pemondokan dan biaya tinggal selama ibadah haji.
Menurut Deding, Komisi VIII dan Kemenag sepakat menurunkan BPIH sebesar 502 dolar AS per jamaah dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun lalu BPIH ditetapkan sebesar 3.219 dolar AS maka untuk tahun ini menjadi 2.717 dolar AS.
"Berarti terjadi penurunan yang cukup signifikan sebesar 502 dolar AS," kata Deding yang juga anggota Fraksi Partai Golkar ini.
Deding yang juga Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) ini mengharapkan Presiden melalui Menteri Agama segera mengeluarkan Keppres mengenai penetapan BPIH ini agar ada kepastian bagi jemaah dalam melaksanakan rukun Islam yang kelima tersebut.
"Jangan sampai Keppres ini baru terbit setelah tiga bulan disetujui oleh Komisi VIII seperti yang terjadi tahun lalu, karena hal itu akan sangat menyulitkan calon jamaah haji untuk melunasinya. Kita harus berpikir lebih cepat Keppres itu keluar maka akan lebih baik," ujarnya.
Selain menurunkan BPIH yang ditanggung oleh jamaah (direct cost), Komisi VIII dan Kementerian Agama juga menyepakati "indirect cost" BPIH sebesar Rp3,7 triliun meliputi biaya langsung ke jamaah Rp3,2 triliun, biaya tidak langsung Rp 260 miliar, kontigensi Rp100 miliar dan katering jemaah di Mekah Rp93 miliar yang mulai dilaksanakan tahun 2015 ini. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Latihan Manasik Jamaah Calon Haji di Tangsel
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal
-
Akses Masuk Mekkah Telah Dibatasi, Hanya Pemilik Izin Resmi yang Diizinkan Jelang Haji 2026
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat
-
Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi
-
Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni
-
Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'
-
Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman
-
Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT
-
Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual
-
Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau
-
Cerita ASN Terobos Api Lewat Tangga Darurat Saat Kebakaran Gedung Kemendagri