Suara.com - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengaku hingga kini belum mendapatkan undangan untuk mengikuti Kongres Partai Demokrat di Surabaya, Jawa Timur, mulai 11 hingga 13 Mei 2015.
Marzuki dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (5/5/2015), mengaku tidak mengetahui alasan panitia yang sampai saat ini belum memberikan undangan kepadanya.
"Sampai saat ini, saya belum menerima undangan untuk hadir dalam kongres di Surabaya nanti. Saya tidak tahu apakah memang belum dikirim atau ada alasan lain kenapa saya belum mendapatkan undangan sampai sekarang?" kata Marzuki.
Marzuki yang rencananya akan maju sebagai ketua umum dalam Kongres PD ini mengaku tidak pernah dilibatkan sama sekali mengenai kongres ini.
"Saya sebagai wakil ketua majelis tinggi sama sekali tidak dilibatkan. Dihubungi saja tidak berkaitan dengan kongres ini," katanya.
Lalu, apakah dirinya akan hadir dalam kongres meski tidak diundang? Marzuki pun balik bertanya jika tidak diundang oleh panitia apakah pantas hadir dalam satu acara.
"Kalau tidak diundang oleh panitia apakah pantas saya hadir? Kita lihat saja nanti perkembangannya," katanya.
Hal senada juga dilontarkan oleh kader Partai Demokrat lainnya yang juga akan maju sebagai calon ketua umum, Gede Pasek Suardika. Menurut dia, sampai saat ini dirinya belum mendapatkan undangan dari panitia kongres untuk menghadiri acara tersebut.
Namun, hal itu menurutnya tidak akan menghambat dirinya untuk datang ke acara kongres.
"Saya belum tahu apakah saya diundang atau tidak? Karena undangannya belum saya terima. Akan tetapi, saya tetap akan ke Surabaya untuk hadir dalam kongres," ujar Pasek yang sekarang menjadi anggota DPD RI.
Seperti diberitakan, Marzuki dan Pasek sama-sama menyatakan siap menantang SBY yang diperkirakan bakal mulus menjadi Ketum Demokrat lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK