Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merazia Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya yang mempunyai ijazah palsu. Sebab, isu ijazah palsu kini tengah 'naik daun'.
Razia ijazah palsu di Balai Kota Jakarta itu dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Jika PNS ada yang terbukti menggunakan ijazah palsu, dia akan ditindak tegas.
"Kalau di DKI akan kita sisir lagi yang mencurigakan-mencurigakan. Kalau ketahuan ya diminta pertanggung jawaban, bagaimana dia dapat itu. Kalau itu digunakan untuk kenaikan pangkat dan jabatan, ya kita lorot (turunkan) lagi jabatannya," jelas Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/5/2015).
Mantan Wali Kota Blitar itu menilai isu ijazah palsu bukan berita baru. Isu itu terus ada lantaran, Djarot menilai orang Indonesia gila gelar akademik.
"Aduh itu sudah isu lama banget. Banyak yang tergiur, itu menunjukkan bahwa masyarakat kita itu gila gelar, Motifnya macam-macam," ujarnya.
Untuk menyisir PNS berijazah palsu, Djarot akan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
"Yang nggak kuliah masa dapat, termasuk juga gelar doktor honoris causa, ono toh yo (benar ada atau tidak?) Terus profesor, ini gila. Masa professor dijual? Itu kepangkatan, kalau dia sudah 4E, professor/guru besar itu bukan karena sekolah. Tapi karena penelitian, mengajar, pengabdian masyarakat," jelas Djarot.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan