Suara.com - Beberapa hari lalu, polisi menangkap dua tersangka pembuat ijazah palsu di Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur. Polisi masih mengembangkan kasus ini karena diduga masih banyak pembuat ijazah palsu.
"Kami memang ada nangkep dua orang. Alatnya, beberapa bukti di Jalan Pramuka. Ini masih dalam pengembangan," kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti usai gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya di Polda Metro Jaya, Rabu (27/5/2015).
Krishna belum mau membeberkan temuan baru dalam pengembangan kasus ijazah palsu.
"Cuma ada menjaga kepentingan penyelidikan dan penyidikan. Nanti detilnya, kita akan kasih semua ke media. Insya Allah hari ini saya siapkan," katanya.
Dua tersangka pembuat ijazah palsu ditangkap Senin (25/5/2015). Mereka berinisial Bad (34) dan Kus (52).
"Kami tidak tinggal diam. Segala bentuk kejahatan akan ditindak termasuk pembuatan ijazah palsu,” kata Kepala Sub Direktorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan, Selasa (25/5/2015).
Rabu (26/5/2015), Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bertemu di kantor Kemenristekdikti untuk koordinasi penanganan peredaran ijazah palsu.
Nasir mengancam akan menutup dan membubarkan perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah.
"Kepada semua masyarakat mohon jangan melakukan transaksi jual beli ijazah. Kalau ada perguruan tinggi yang menjual ijazah, akan saya tutup, saya bubarkan," kata dia.
Nasir mengatakan penindakan tegas terhadap perguruan tinggi yang tidak menjalankan proses yang benar perlu dilakukan untuk meningkatkan marwah bangsa Indonesia, pendidikan negeri, pendidikan swasta maupun pendidikan tinggi.
"Masalah ijazah memang perlu kita lakukan penindakan, sebab ini sudah menjadi isu nasional. Dan kami akan melakukan inspeksi mendadak kemana dan di mana saja," ujarnya.
Menurutnya, akibat ulah oknum tidak bertanggungjawab di perguruan tinggi yang menjualbelikan ijazah, nilai kompetitif pendidikan di Indonesia akan jatuh.
"Jual ijazah oleh oknum di perguruan tinggi rentan terjadi, tapi untuk apa memiliki ijazah tanpa mengikuti proses perkuliahan yang benar," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Anggota DPR Diduga Doktor Palsu, Fahri: Penyakit Gila Hormat
-
Staf Cantik Lapor Dugaan Doktor Palsu, Anggota DPR Disidang Besok
-
Staf Cantik Laporkan Anggota DPR Kasus Dugaan Gelar Doktor Palsu
-
Dua Pembuat Ijazah Palsu di Matraman Dibekuk
-
Menristekdikti: Ada Mahasiswa Baru 8 SKS Langsung Sarjana 1
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks
-
Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?
-
Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link
-
Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya