Suara.com - Entah penyebabnya apa, cahaya lampu yang sebelumnya begitu terang menyinari arena permainan tiba-tiba saja langsung redup sehingga arena permainan pun menjadi suram dan bahkan cenderung ke arah gelap.
Kejadian yang berlangsung selama kurang lebih lima menit tersebut hanya terjadi di lapangan tiga dan empat tempat dimana pasangan ganda campuran Imdonesia, Akbar Panji/Apriani/Apriani sedang seru-serunya bertanding melawan pasangan ganda asal Jerman Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich di lapangan tiga.
Sementara di lapangan empat, kejadian tersebut terjadi saat pasangan ganda Indonesia lainnya, Agripina Putra/Rizki Amelia Pradipta sedang melakukan pemanasan melawan pasangan ganda campuran Jerman lainnya Peter Kaesbauer/Caria Nelte.
Alhasil dengan keadaan seperti itu, pertandingan yang berlangsung di lapangan tiga dihentikan selama lima menit sebelum dilanjutkan kembali saat lampu mulai menyinari arena pertandingan.
Dalam pertandingan tersebut, pasangan ganda campuran Indonesia Panji/Apriani tak sanggup menahan gempuran pasangan ganda campuran asal Jerman tersebut selama dua game berturut-turut.
Sementara di lapangan empat, pasangan Agripina Putra/Amelia Pradipta sedang memainkan game kedua, dimana pada game pertama pasangan Indonesia harus mengakui pasangan ganda campuran Jerman dengan skor 12/21.
Tag
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Detik-detik Penangkapan 2 Warga Citayam Pencuri Kabel Kereta Api Bertegangan Tinggi
-
Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Pertaruhan Berbahaya, Amnesty Desak Tinjau Ulang
-
AS Siapkan Kirim Kapal Induk Kedua ke Wilayah Iran di Tengah Ancaman Perang
-
Dari Sindiran 'Cerdas' ke Foto Damai, Ini 6 Fakta Perselisihan Menkeu Purbaya dan Menteri KKP
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasbiallah Ilyas: Alarm Keras, KPK Harus Evaluasi Total
-
Meluruhkan Debu, Merajut Toleransi: Harmoni Lintas Iman di Kelenteng Fuk Ling Miau Yogyakarta
-
Temui Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Data Tunggal Akurat demi Bansos Tepat Sasaran
-
Ramadan di Depan Mata, Pramono Anung Wanti-wanti Warga DKI Tak Gadai KJP Buat Penuhi Kebutuhan
-
KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid
-
Sungai Cisadane 'Darurat' Pestisida, BRIN Terjunkan Tim Usut Pencemaran Sepanjang 22,5 KM