Suara.com - Sebanyak dua pendaki gunung yang tewas akibat gempa bumi di Sabah, Malaysia, dibawa turun dari Gunung Kinabalu. Sedangkan 139 lainnya yang masih terjebak tekah dievakuasi ke lokasi penginapan pendaki di Laban Rata.
Korban tewas adalah seorang pemandu pendaki Rubbi Sapinggi (30) dan seorang pelajar asal Singapura Rachel Ho Yann Shiuan (12). Mayat kedua korban dievakuasi ke Timpohon Gate di kaki Gunung Kinabalu, Jumat (5/6/2015) malam.
Pemandu pendaki itu diduga tewas akibat tertimpa reruntuhan batu ketika gempa melanda kawasan itu pada pukul 7.15 waktu setempat, demikian dilaporkan media-media lokal di Kuala Lumpur, Sabtu.
Juru bicara Kantor Pencari dan Penyelamat Sabah mengatakan bahwa mayat kedua korban akan dibawa ke Rumah Sakit Queen Elizabeth, Kota Kinabalu untuk diautopsi.
Pihak SAR juga mengonfirmasikan terjadinya gempa susulan pada pukul 21.11 waktu setempat. "Keadaan itu menyebabkan terjadi sedikit runtuhan di KM 1,5 Gunung Kinabalu," katanya.
Sementara itu, sebanyak 137 pendaki yang terjebak di puncak gunung setinggi 4095,2 meter itu, termasuk dua korban yang dilaporkan hilang sebelumnya, dibawa ke lokasi penginapan pendaki di Laban Rata.
Menteri Pariwisata, Kebudayaan, dan Alam Sabah Datuk Masidi Manjun mengatakan bahwa mereka berhasil dibawa turun ke Laban Rata oleh 32 pemandu gunung yang mengiringi mereka ketika pendakian.
Masidi mengatakan bahwa para pendaki itu tidak dapat dibawa turun ke kaki gunung karena keadaan laluan menuju ke bawah tidak dapat ditembus.
"Helikopter tidak dapat digunakan untuk menyelamatkan korban karena awan tebal. Dua helikopter polisi hanya dapat menjatuhkan bungkusan selimut, pakaian tebal, dan makanan di Laban Rata untuk keperluan pendaki yang terjebak," katanya.
Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang Ranau, Sabah, Malaysia, Jumat (5/6/2015) pukul 07.15 waktu setempat dengan pusat gempa terletak 16 km barat laut Ranau.
Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Nasional, seperti dikutip Bernama, menjelaskan getaran gempa tersebut dirasakan di banyak tempat di Sabah, termasuk Ranau, Tambun, Pedalaman, Tuaran, Kota Kinabalu, dan Kota Belud.
Selain merusak bangunan dan infrastruktur, gempa tersebut juga menyebabkan satu dari puncak Gunung Kinabalu yang dikenal sebagai Donkey's Ear Peak patah. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
-
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!