- Dubes Iran sebut agresi Amerika Serikat bagian sejarah panjang permusuhan Washington.
- Iran soroti pola intervensi Amerika Serikat sejak kudeta 1953 hingga sekarang.
- Teheran kecam serangan rudal AS-Israel sebagai pelanggaran berat hukum internasional.
Suara.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026 bukanlah insiden terisolasi. Menurutnya, serangan tersebut merupakan kelanjutan dari sejarah panjang permusuhan dan intervensi Washington terhadap Teheran.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Kedutaan Besar Iran, dipaparkan serangkaian peristiwa yang dinilai sebagai bentuk agresi sistematis Amerika Serikat terhadap kedaulatan Iran sejak dekade 1950-an.
Iran secara khusus menyoroti peristiwa kudeta 19 Agustus 1953 yang menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh sebagai titik awal campur tangan AS dalam politik domestik mereka.
Selain itu, Teheran juga menyinggung dukungan AS terhadap rezim Saddam Hussein selama Perang Iran-Irak pada medio 1980-an, serta tragedi penembakan pesawat komersial Iran Air oleh kapal perang USS Vincennes pada Juli 1988 yang menewaskan 291 orang.
Iran menyebut sebagai salah satu korban terbesar terorisme di dunia, dengan mencatat 17.000 jiwa melayang akibat aksi kelompok Mujahidin Khalq (MKO) yang disebut mendapat perlindungan dari Washington.
Pernyataan resmi tersebut turut mengungkit pembunuhan komandan militer senior Iran di Baghdad pada Januari 2020 atas instruksi langsung Presiden AS, serta rentetan serangan terhadap fasilitas nuklir damai Iran sepanjang tahun 2024 hingga 2025.
Kedutaan Besar Iran menyimpulkan bahwa seluruh rangkaian peristiwa ini menunjukkan pola intervensi yang konsisten, yang berujung pada kerusakan masif serta korban jiwa.
Terkait agresi terbaru pada akhir Februari 2026, Iran menegaskan bahwa tindakan militer tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
Baca Juga: Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo
-
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
-
Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri
-
Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar
-
Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia
-
Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo
-
Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap
-
MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan