Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (2/5). [suara.com/Adrian Mahakam]
Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Victor Edison Simanjuntak membantah didikte dan dilobi bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (8/6/2015). Hal ini terkait dengan permintaan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu agar diperiksa di kantor Kementerian Keuangan saja dan langsung dipenuhi penyidik Bareskrim.
"Kami menjemput bola (memeriksa Sri Mulyani di Kemenkeu), tidak ada dikte-dikte, dan tidak ada lobi-lobi," kata Victor di Bareskrim Polri.
Victor menambahkan penyidik Bareskrim mendatangi Sri di kantor Kemenkeu karena besok, Selasa (9/6/2015), Sri akan kembali ke Amerika Serikat.
"Beliau tidak bisa diperiksa besok karena harus kembali ke Amerika, lalu dia minta izin ke saya dan saya bilang boleh. Masa kami harus menunggu kapan lagi Ibu Sri Mulyani bisa diperiksa, lalu berkas perkara kami terkatung-katung," dalihnya.
Seperti diketahui, penyidik sudah menunggu Sri sejak pukul 09.00 WIB di ruang Bareskrim. Tapi tiba-tiba ada permintaan agar pemeriksaan dilakukan di kantor Kemenkeui karena Sri sedang ada acara di sana.
Victor menegaskan Bareskrim tidak memberikan perlakuan khusus kepada Sri.
"Tidak ada yang istimewa, ini hanya situasional saja. Masa kami harus kaku-kaku saja, daripada kami tidak bisa mengambil keterangan dari dia," kata dia.
Sri diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan kondensat oleh SKK Migas (dulu BP Migas) kepada PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama.
Seperti diketahui, ketika penjualan kondensat diputuskan, Sri menjabat sebagai Menteri Keuangan. Oleh karena itu penyidik membutuhkan keterangannya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Teriakan Histeris Anak Pulang Kerja Ungkap Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
-
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Teh dan Jasad Melepuh
-
Anggaran Besar, Celah Lebar: Mengapa Pendidikan Selalu Jadi Lahan Basah Korupsi?
-
Terbongkar! SP3 Kasus Nikel Konawe Utara 'Disimpan' 21 Hari oleh Pimpinan KPK Lama
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM