Suara.com - Polisi memburu komplotan perampok bersenjata api yang akhir-akhir ini mengincar minimarket. Polisi menduga pelaku perampokan di sejumlah tempat oleh kelompok yang sama.
"Modus sama, jadi mungkin ada jaringan yang sama, jadi Polda buru pemain spesialis minimarket, kita maksimalkan serse untuk kejar pelaku," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal di Polda Metro Jaya, Selasa (9/6/2015)
Sambil ditangani polisi, para pengelola minimarket yang beroperasi 24 jam diimbau memasang alat pengawasan, seperti circuit closed television dan alarm.
"Pasang CCTV dan alarm, ketika terjadi kejahatan, ada alarm yang memperingatkan," katanya.
Iqbal juga mengimbau petugas keamanan minimarket meningkatkan kerja sama dengan warga sekitar, mengingat kejahatan bisa terjadi kapan saja.
"Ada security, nantinya harus bersinergi kepada masyarakat," kata Iqbal.
Seperti diketahui, menjelang bulan suci Ramadhan, terjadi sejumlah aksi perampokan terhadap minimarket di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bekasi.
Berita Terkait
-
Piting Leher Kasir, Aksi Perampok Bersenpi Gasak Rp6 Juta di Minimarket Jakbar Terekam CCTV
-
Kena Prank saat Gasak Brankas Minimarket di Jaktim, 3 Pelaku Cuma Embat Rokok dan Duit Segini di Meja Kasir
-
Kucing-kucingan hingga Ancam Kasir Pakai Pistol, Aksi Rampok Gagal Bobol Brankas Minimarket di Jaksel
-
2 Perampok Bersenjata Golok Sandera 3 Pegawai Minimarket di Duren Sawit, Satu Pelaku Tilap Duit Hasil Rampokan di Kancut
-
Pegang Senpi, Perampok 2 Minimarket di Jaktim Modus Siram Bensin Ternyata Orang yang Sama, Pelaku Masih Berkeliaran
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
CELIOS: Pemerintah Terlalu Sibuk Jaga Narasi Positif Ekonomi
-
Kedok Alim Tukang Rujak di Kebon Jeruk Runtuh, Diduga Cabuli Anak Tetangga sejak Balita
-
Menhan Soal Kasus Andrie Yunus di Peradilan Militer: Bisa Lebih Berat Hukumannya
-
Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun
-
Bantah Gunakan Drone Serang Gereja di Intan Jaya, TNI: Itu Aksi Provokasi Pecah Belah!
-
Jutaan Situs Diblokir tapi 200 Ribu Anak Tetap Terpapar Judol, di Mana Celah Keamanan Kita?
-
Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat
-
Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun