Suara.com - Ayah kandung Angeline (8), Anwar Rosidi (sebelumnya ditulis Rusidin), membantah meminta uang ratusan juta kepada Margaret Megawe (55), yang telah mengadopsi anaknya.
"Berita itu tidak benar, saya tidak pernah bertemu dengan dia,” jelas Rosidi di Mapolresta Denpasar, Kamis (11/06/2015).
Lelaki 29 tahun itu geram atas pemberitaan yang menyebut kalau keluarganya menerima uang ratusan juta rupiah.
"Kami tidak pernah terima uang apapun,” terang Rosidi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu.
Dia mengaku, selama ini tidak pernah bertemu dengan Margareta sejak menyerahkan Angeline, yang waktu itu masih berumur tiga hari, kepada Margaret.
"Setelah anak saya dibawa sama dia (Margaret), kami tidak pernah bertemu dengan dia,"ungkapnya.
Rosidi tidak menyangka musibah akan menimpa anak keduanya hasil pernikahan dengan bekas istrinya, Hamidah.
Seperti diberitakan, Angeline, yang sempat dikabarkan hilang, ternyata menjadi korban pembunuhan oleh Agus yang pernah bekerja di rumah ibu angkat korban.
Mayatnya ditemukan terkubur di sebuah lubang di halaman belakang rumah Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali. (Luh Wayanti)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
-
KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!
-
Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional
-
Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP