Suara.com -
Putra Megawati Soekarnoputri yang mengawaki band Rodinda, Prananda Prabowo, kembali menciptakan lagu yang sarat dengan keseluruhan jiwa pengabdian Bung Karno sebagai Bapak Bangsa.
"Melalui lagu Bung Karno Bapak Bangsa tersebut, saya sungguh tergetar oleh penjiwaan yang hidup atas Bung Karno yang dikenal sebagai pemimpin bangsa-bangsa Asia Afrika tersebut," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Senin (22/6/2015).
Ia mengatakan lagu tentang Bung Karno Bapak Bangsa adalah suara begitu banyak rakyat Indonesia terhadap pemimpin yang begitu dicintainya.
Menurut Hasto, beragam lagu Prananda Prabowo sangat menarik untuk dicermati, terutama atas warna ideologis yang begitu kuat. "Lagu 'Aku Melihat Indonesia' dan 'Dedication of Life' benar-benar menggambarkan mata hati Mas Prananda atas dedikasi hidup Bung Karno untuk bangsa dan negara.
Lagu tersebut membuktikan kebenaran dalam politik, bahwa ketika seseorang berjuang tanpa pamrih untuk bangsa dan negaranya, maka ia akan selalu hidup. Demikian halnya dengan Bung Karno yang tidak bisa dimatikan dengan berbagai proyek desukarnoisasi sekalipun," paparnya.
Hasto mengakui sangat menikmati kedua lagu tersebut. "Lagu 'Aku melihat Indonesia' dan 'Dedication of Life' bisa menjadi sarana kontemplasi bahwa politik itu harus didasarkan dedikasi hidup. Politik adalah bangunan kebudayaan yang bisa dirasakan melalui karya cipta sebuah lagu," ujar Hasto.
Prananda, melalui kontemplasi dan penjiwaan atas dedikasi hidup Bung Karno merilis lagu berjudul Bung Karno Bapak Bangsa. Lagu ini sekarang bisa dinikmati atau diunduh melalui laman https://youtube/aCOdCgUr9hI. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya