Suara.com - Agustinus alias Agus, tersangka pembunuh Engeline Margriet Megawe (Angeline), mengaku kepada ibunya Kadongkang Madik dan kakaknya Hiwa Hamandoro bahwa sebenarnya dia tidak membunuh Angeline. Selama ini Agus mengaku mendapatkan tekanan. Agus adalah mantan pembantu ibu angkat Angeline, Margriet Megawet alias Margaret, di rumah Jalan Sedap Malam, Denpasar, bali.
"Agus mengatakan yang membunuh adalah Margaret dan dia hanya disuruh menguburkan korban," kata Hiwa Hamandoro di Denpasar, Kamis (25/6/2015).
Hiwa Hamandoro mengaku mengetahui adiknya jujur mengatakan itu.
"Dia ngomong seperti itu kepada saya dan ibu," ujarnya.
Saat itu dia kenapa Agus selama ini sering mengubah pernyataan, menurut Hiwa Hamandoro, itu terjadi karena selama ini adiknya takut dibunuh.
"Dia mengaku kepada saya kalau dia ditekan untuk tutup mulut dengan dijanjikan uang Rp200 juta," katanya.
Pertemuan Agus dengan ibu dan kakaknya pada Selasa 23 Juni 2015 di Polda Bali. Katanya, kalau Agus sudah dibayar Rp200 juta oleh Margaret, Agus disuruh pulang kampung dan jangan ke Bali lagi.
Pengacara Agus, Haposan Sihombing, mengatakan Agus tidak akan berbohong dengan orangtua dan kakaknya.
"Agus klien kami tidak mungkin dia berbohong dengan ibu dan kakaknya. Dia bercerita sesuai dengan BAP yang terakhir. Kalau dia tidak melakukan pembunuhan," katanya.
Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. Sejak itu, Angeline belum pernah bertemu orangtua kandung, Hamidah dan Rosidik.
Dalam kasus Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang tersangka. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu rumah Angeline, ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan. Kedua, Margaret, jadi tersangka kasus penelantaran anak.
Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).
Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).
Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.
Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut. Ia juga menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan Agus. Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama.
Tim pendamping hukum orangtua kandung Angeline dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Denpasar tidak puas dengan apa yang disangkakan polisi kepada Margaret.
Siti mengaku heran dengan polisi yang hanya menetapkan Margaret menjadi tersangka penelantaran anak.
Pengacara Margaret membantah keras pengakuan Agus. Margaret mengaku tidak tahu menahu soal pembunuhan itu. Pengacara meminta berbagai pihak jangan membangun opini. (Luh Wayanti)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan