Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut ada menteri di Kabinet Kerja yang mengecilkan Presiden Joko Widodo. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel tidak mau komentar soal itu.
“Waduh, saya belum tahu soal itu. Saya belum bisa komentar. Tanyakan saja ke Pak Tjahjo dong siapa menterinya,” kata Rachmat saat ditemui di kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (29/6/2015).
Rachmat pun enggan berkomentar banyak saat ditanya mengenai adanya menteri yang menghina Presiden Jokowi terkait isu reshuffle cabinet yang hingga saat ini kian santer berhembus.
“Coba di tanya ke pak Tjahjo saja langsung. Masalah reshuffle itu kan hak prerogratif presiden. Kita sebagai menteri menjalankan tugas dengan baik,” katanya.
Sebelumnya, Tjahjo mengatakan ada menteri yang telah menghina Presiden Jokowi. Hinaan ini pun terekam dan sudah didengar langsung oleh Jokowi. Namun, Tjahjo masih enggan untuk membeberkan siapa yang telah melakukan penghinaan.
Berita Terkait
-
Anggota DPR: Dikecilkan Menteri, Jokowi Tak Wibawa Lagi
-
Bagi Nasdem Tak Masalah Jokowi Tarik KMP ke Kabinet Kerja
-
Ada Menteri Menghina Jokowi, Bukti Internal Kabinet Bermasalah
-
Politisi PDIP: Jokowi Sudah Tahu Menteri yang Menghina Dirinya
-
Anggota DPR Desak Tjahjo Kumolo Sebut Menteri Penghina Jokowi
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Prabowo: Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal karena Jalan Rusak dan Akses Terbatas
-
Istana Monitor Dugaan Suap Pengurus BEM UBK Usai Demo dan Bertemu Wapres
-
Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius
-
Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK
-
Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!
-
Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK
-
Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan
-
Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran
-
Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem
-
Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan