Suara.com - Direktur Jenderal Imigrasi Kabul Priyono berencana memperketat pengurusan paspor bagi para calon jamaah haji. Itu dilakukan lantaran banyak pelanggaran yang dilakukan calon jamaah haji agar mereka cepat berangkat ke Tanah Suci.
"Memperketat pengurusan paspor harus kami lakukan, karena banyak di antara para calon jamaah haji yang melakukan praktik nakal, seperti pemalsuan nama dan lainnya," ujar Kabul saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR di gedung Nusantara II pada Selasa (30/6/2015).
"Ada di embarkasi Juanda Surabaya yang menggunakan paspor duplikasi. Sedangkan di embarkasi Sultan Mahmud Badaruddin ada calon jamaah haji yang menggunakan paspor calon jamaah haji lainnya yang telah meninggal dunia," katanya.
Lebih lanjut dia menjelaskan pengetatan paspor juga bertujuan agar para jamaah haji terhindar dari hal yang tidak diinginkan di Tanah Suci.
"Selama ini banyak yang memaksakan dirinya untuk berangkat walau pun, mohon maaf, fisiknya sudah tidak memungkinkan. Maka dari itu kami akan lebih menyeleksi para pembuat paspor haji," tuturnya.
Berita Terkait
-
Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat Serentak, Ribuan Jamaah Mulai Diterbangkan
-
Awali Musim Haji 2026, Kloter Pertama Masuki Asrama Pondok Gede
-
Calon Jamaah Haji dengan Komorbid: Tips Kesehatan yang Tak Boleh Dilewatkan
-
Baru Akan Masuk Asrama, 5 Calon Haji di NTB Malah Diare Karena Nasi Kotak
-
Agar Khusyuk Beribadah, Jamaah Haji Wanita Bisa Tunda Haid? Ini Penjelasan Dokter
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Permudah Layanan Keuangan bagi PMI
-
Duduk Perkara Dugaan PT PSMI Serobot Lahan Inhutani V hingga Berujung Sitaan Rp1 Triliun
-
BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Perluas Akses Finansial Diaspora Indonesia
-
Geger Napi Bebas Gunakan HP di Lapas Ujungtanjung Rokan Hilir
-
Tak Hanya Gaya Hidup, PayLater Banyak Dipakai Buat Kebutuhan Mendesak
-
GBLA Membara! Ribuan Bobotoh Suntik Semangat Persib Sebelum Tarung di Markas Persija
-
Memaknai The Stoic Way of Not Giving A Damn: Kita Terlalu Banyak Peduli
-
Mengapa Pola Kekerasan Aparat Terus Berulang? Aktivis Bongkar Bahaya Doktrin Militerisme
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar
-
Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?