Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pilkada serentak merupakan komitmen bersama. Oleh sebab itu, regulasi teknis diperlukan agar pelaksanaannya berjalan lancar.
"Di Pemerintah sendiri ada regulasi teknis, dengan harapan jangan sampai ada masalah hukum," ujar Tjahjo saat rapat bersama Komisi II dan Komisi III DPR di ruang Pansus C DPR, Senin (6/7/2015).
Ia juga optimistis bila pilkada serentak yang akan diselenggarakan 9 Desember 2015 berjalan sesuai rencana. Sebab, katanya, hampir semua instansi menyatakan siap mengawal pilkada serentak.
"Pemerintah optimis bila pilkada dapat dilaksanakan sebagaimana rencana awal. Karena KPU sebagai penyelenggara pemilu juga telah menyatakan siap," ujar Tjahjo.
Ia juga mengatakan bila pemerintah sudah siap dengan masalah yang mungkin terjadi jelang atau pascapilkada serentak.
Tjahjo juga mengatakan bila pilkada nanti berjalan lancar, kemungkinan Pemilu 2019 bisa dilaksanakan dengan E-Voting.
"Kalau ada sengketa pilkada kita sudah siapkan langkah antisipasinya. Saya harap 2019 kita bisa laksanakan pemilu dengan E Voting," ujar Tjahjo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat