Suara.com - Guna mengatasi kemacetan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tengah mencari solusi transpotasi massal yang nyaman serta moderen.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku membicarakan mengenai rencana pembangunan light rail transit (LRT) dan pengembangan kereta cepat atau high speed railway rute Jakarta-Bandung.
Terkait pembangunan kereta cepat, Basuki atau yang kerab disapa Ahok mengaku pemerintah daerah sudah tidak lagi dipusingkan, sebab pembangunan transportasi massal tersebut akan dikerjakan oleh pusat.
"Kita bahas bangun LRT sama kereta cepat. Tapi kalau kereta cepat kita nggak terlalu pusingin ya, karena itu urusan pusat. Tapi yang penting Presiden ingin badan Otoritas Transportasi Jabodetabek harus segera dibentuk," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/7/2015).
"Itu sudah 3 bulan tanda tangan dan sampai ke meja presiden. Kedua, kita sudah putusin juga LRT kita itu terintegrasi dengan kereta yang lain termasuk lebarnya kita putusin yang 1067 bukan 1435 untuk yang LRT," Ahok menambahkan.
Presiden Jokowi dikatakan Ahok bersedia mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) boleh menggunakan preseden hukum yang sebelumnya pernah menunjuk Hutama Karya untuk pembangunan jalan tol kalau dibeli kembali pemerintah.
"Tentu melalui proses tender, kita akan membangun dan menunjuk BUMD atau BUMN untuk membangun nanti dibeli kembali dengan harga appraiser dan lelangnya juga sudah diikuti appraiser. Jadi ini yang mesti disiapkan Perpres," jelas Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL