Suara.com - Pemerintah Italia menangkap 3 orang lelaki Mesir yang mencoba melakukan penyelundupan ratusan manusia dari dari Mesir ke Italia.
Kepolisian Italia menjelaskan ketiga lelaki membawa kapal yang isinya 300 imigran dari Mesir. Selama perjalanan dari Italia ke Mesir sudah 1 orang yang tewas. Yaitu seorang gadis Suriah berusia 10 tahun.
Gadis itu dibawa ayahnya ke Sisilia Rabu kemarin. Putrinya koma setelah bertahan dengan komplikasi diabetes. Namun akhirnya meninggal.
Tanpa obat gadis itu tidak bertahan perjalanan panjang. Kemudian atas desakan para penupang gelap lainnya, gadis itu ditenggelamkan ke laut sebagai ritual pemakaman.
Kasus ini sudah berjalan di Pengadilan Syracuse. Polisi mengatakan mereka menangkap tiga orang untuk perdagangan orang, bukan kasus pembunuhan
Sebab si ayah gadis itu mengatakan pria yang ditangkap itu bukan orang-orang yang membuang obat gadis itu. Demikian kutip media Italia seperti dilansir Reuters, Sabtu (18/7/2015).
Italia adalah salah satu pintu masuk utama bagi imigran gelap masuk. Termasuk ke Yunani. Termasuk pengungsi korban perang di Timur Tengah yang ingin ke Eropa melalui Afrika. Jumlahnya diperkirakan 200.000 hingga pertengahan tahun ini. (Reuters)
Berita Terkait
-
Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia
-
Hossam Hassan, Legenda Mesir dengan Prestasi Mentereng yang Lampaui Mohamed Salah
-
Beban Berat Mohamed Salah Memutus Rekor Buruk Tanpa Kemenangan Mesir di Piala Dunia
-
Mesir Gelar Latihan Militer, Israel Panik Skenario Perang Yom Kippur Terulang
-
Turis Jerman Tewas Dipatok Ular Kobra saat Pertunjukan Satwa Liar di Hotel Mewah Mesir
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk