- FIFA melalui Pierluigi Collina menyatakan bahwa keputusan wasit pada laga Argentina melawan Mesir sudah sesuai dengan peraturan pertandingan.
- Dianulirnya gol kedua Mesir terjadi karena adanya pelanggaran pemain Mesir terhadap Lisandro Martinez yang terdeteksi melalui tinjauan VAR.
- Kontak fisik Julian Alvarez terhadap Mohamed Salah dianggap sah oleh wasit sehingga gol kemenangan Argentina tetap dinyatakan valid.
Suara.com - FIFA akhirnya angkat bicara terkait dua keputusan kontroversial dalam laga Argentina vs Mesir yang berakhir dramatis 3-2.
Melalui Direktur Divisi Wasit, Pierluigi Collina, FIFA menegaskan bahwa semua keputusan telah diambil sesuai aturan tanpa intervensi pihak mana pun.
Pertandingan tersebut sebelumnya memicu protes keras dari kubu Mesir.
Mesir menilai wasit Francois Letexier membuat keputusan yang merugikan, terutama dalam dua momen krusial yang memengaruhi jalannya laga.
Collina menjelaskan bahwa gol kedua Mesir yang sempat membuat skor 2-0 memang layak dianulir.
Ia menyoroti adanya pelanggaran dalam proses serangan sebelum gol tercipta.
“Sebuah pelanggaran tetaplah pelanggaran. Dalam kasus ini, pemain Mesir menginjak Lisandro Martínez. Jika wasit tidak melihatnya, VAR berhak melakukan intervensi,” ujar Collina dikutip dari TycSport.
Ia menegaskan bahwa VAR memiliki kewenangan meninjau seluruh rangkaian serangan sebelum gol terjadi.
Tidak ada batasan waktu atau jarak selama pelanggaran tersebut berpengaruh langsung terhadap terciptanya gol.
Baca Juga: Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
Kontroversi kedua terjadi menjelang gol kemenangan Argentina yang dicetak Enzo Fernández.
Pihak Mesir memprotes dugaan pelanggaran Julián Alvarez terhadap Mohamed Salah dalam proses serangan balik.
Namun, Collina memastikan tidak ada pelanggaran dalam situasi tersebut.
Menurutnya, kontak yang terjadi masih dalam batas wajar permainan sepak bola.
“Jika pemain terlebih dahulu menyentuh bola dan kemudian terjadi kontak normal, itu bukan pelanggaran. Dalam situasi ini, wasit dan VAR menilai kontak tersebut sah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan wasit tidak dipengaruhi tekanan dari pihak mana pun.
“Kami tidak membiarkan diri kami terpengaruh. Beberapa keputusan memang bersifat subjektif, tetapi kami puas dengan penerapan aturan sejauh ini,” tegas Collina.
Sebelumnya, pelatih Mesir Hossam Hassan menuding adanya tekanan dari Argentina terhadap wasit.
Bahkan, pemain Mesir Mostafa Ziko menyebut turnamen seolah diarahkan untuk kemenangan Argentina.
Berita Terkait
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh
-
Erick Thohir Buka Suara! FIFA Belum Beri Kepastian Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN Cup 2026
-
Duel Prancis vs Maroko Bawa Nuansa Pasca-Kolonial di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh
-
Erick Thohir Buka Suara! FIFA Belum Beri Kepastian Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kecewa Pratama Arhan Pilih Persija, Perjanjian Tertulis dengan PSIS Semarang Diungkit
-
Profil Patryk Klimala Bomber Haus Gol Asal Polandia yang Ogah Gabung Persib
-
Duel Prancis vs Maroko Bawa Nuansa Pasca-Kolonial di Piala Dunia 2026
-
Inggris vs Norwegia: Morgan Rogers Desak Skuad Tiga Singa Putus Suplai Bola ke Erling Haaland
-
Rp1,3 Triliun untuk Operasional, Berapa Gaji Presiden FIFA Gianni Infantino?
-
Prancis vs Maroko: Pasukan Singa Atlas Siap Permalukan Tanah Kelahiran