Suara.com - Ratusan orang yang mengatasnamakan Laskar Bali unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (27/7/2015). Mereka meminta pengadilan menolak permohonan praperadilan yang diajukan pengacara ibu angkat Angeline, Margaret, atas penetapan status tersangka pembunuhan Angeline oleh Polda Bali.
Unjuk rasa dilaksanakan menjelang sidang praperadilan dengan agenda jawaban dari Polda Bali. Massa berkumpul di depan gedung pengadilan sejak jam 09.30 Wita tadi.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait terlihat ada di lokasi tersebut.
Koordinator lapangan Laskar Bali Ketut Suwata mengatakan Margaret harus dihukum karena menurutnya sudah menjelekkan citra Tanah Bali.
"Karena itu, kami minta pengadilan Negeri Denpasar untuk menolak praperadilan yang diajukan Margaret," katanya.
Ketut menilai tindakan Margaret kejam karena terlibat menguburkan anak angkat, Angeline, di kandang ayam.
"Hewan piaraan saja kalau mati kami kuburkan di tempatnya bukan di pekarangan. Dia sudah membunuh dan mengubur korban di pekarangan, dia sudah mengotori tanah Bali," katanya.
Ketut meminta hakim pengadilan bertindak adil dalam menangani permohonan praperadilan yang diajukan kuasa hukum Margaret.
Dalam unjuk rasa, warga mengecam para pengacara yang membela Margaret, khususnya Hotma Sitompul. (Luh Wayanti)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
-
KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda
-
Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Polda Metro Jaya Periksa Pandji Pragiwaksono Hari Ini Terkait Kasus Mens Rea
-
Truk Tabrak Separator, Ribuan Penumpang Transjakarta Terjebak Macet Parah di Tanjung Duren
-
OTT Bea Cukai: KPK Sita Rp40,5 Miliar, Termasuk Emas 5,3 Kg dan Uang Valas
-
Manipulasi Jalur Merah, KPK Tahan Direktur P2 Bea Cukai dan Empat Tersangka Korupsi Importasi