Suara.com - Ketua Panitia Jakbook & Edu Fair 2015, Tatang T Sudensyah menargetkan penyelenggaraan pameran buku dan perlengkapan sekolah yang bekerja sama dengan Pemprov DKI ini bisa tembus 700 ribu pengunjung.
"Tahun ini target kita 700 ribu pengunjung," kata Tatang saat menggelar jumpa pers di Pondok Lagunas Resto, Senayan, Selasa (28/7/2015).
Penyelenggara mencatat sebanyak 350 ribu pengunjung kerap menghadiri event tahunan yang sudah digelar sebanyak 25 kali tersebut.
Menurut Tatang, banyak juga pengunjung dari luar Jakarta yang sengaja datang ke acara yang digarap oleh Ikatan Penertib Indonesia DKI Jakarta.
"Antusiasme untuk Jakbook selama ini dari data kami selama event berlangsung, pengunjung kisaran 350.000 selama 10 hari, kebanyakan 20-25 tahun usianya. Banyak juga yang datang dari kota lain, Bandung, Solo, Jogja, Pekanbaru," katanya.
Tatang menambahkan, jika para peserta yang terlibat dalam penyelenggaraan Jakbook ini sebanyak 246 stand, terdiri dari 40 persen penerbit buku dan 60 persen non buku
Terkait masalah adanya peserta yang menjual barang lebih malah dari harga pasar. Tatang mengaku pihaknya masih melakukan investigasi.
Penyelenggara juga akan memberikan sanksi kepada peserta yang tidak menyepakati ketentuan yang sudah disepakatkan.
"Apabila terjadi pelanggaran itu maka sanksi paling keras adalah tidak boleh lagi jualan di Jakbook sejak terbukti. Ada dua stand yang terindikasi melanggar," kata dia.
Seperti diberitakan, Ahok sempat marah-marah saat acara peresmian acara Jakbook & Edu Fair di Senayan, Senin malam (27/7/2015).
Dia naik pitam karena harga buku dan peralatan sekolah lainnya yang dijual di acara pameran ternyata lebih mahal dari harga pasaran.
"Apalagi buku tulis kampus harganya Rp42 ribu, di pasaran cuma Rp37 ribu, di sini lebih mahal Rp5 ribu, lalu ada lagi buat gambar satu pak buku gambar di sini 55 ribu, dan kalau di pasaran kan nggak sampai segitu," kata Ahok.
Menurut Ahok acara yang yang digelar Provinsi DKI Jakarta dan Ikatan Penerbit Indonesia DKI Jakarta dari tanggal 27 Juli - 3 Agustus 2015 tersebut harusnya menawarkan harga murah.
"Ini harusnya lebih murah, harga tas di sini lebih kurang ajar lagi, tas Rp75 ribu dapat di pasar, di sini Rp120 ribu," tambah Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI
-
Penganiayaan Brutal Karyawati Hotel di Bintan: Pelaku Pakai Sepatu Boots
-
JPO Berulang Kali Ditabrak Truk, Dishub DKI Siapkan Rambu Batas Ketinggian
-
Tragis! Dua Bocah yang Hilang di Irigasi Singomerto Ditemukan Tewas, Terseret hingga 3,5 Km
-
Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja
-
Warnanya Merah Merona, Ini Penampakan Rumah Masa Kecil Etik Suryani yang Digeledah KPK
-
Ditanya soal Emas 74 Kg di Rumah Jampidsus, Bos BCA: Nggak Salah, Kurang Pintar Aja
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Akhiri Puasa Juara?
-
Budget Rp20 Ribuan? 4 Tone Up Cream Tranexamic Acid Bikin Glowing dan Sehat
-
Bupati Pekalongan Non-Aktif Fadia Arafiq Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang Pekan Depan