Suara.com - Pengacara Margriet Christina Megawe (Margaret), Hotma Sitompul, masih berkeras dengan kesimpulan kalau kepolisian Bali tak memiliki alat bukti sah yang bisa menjerat kliennya sebagai tersangka pembunuhan bocah perempuan Angeline Margriet Megawe (6).
Hal itu disampaikan saat Hotma membacakan kesimpulan praperadilan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Rabu (29/7/2015).
Dia juga menyatakan kalau kepolisian tidak bisa hanya mengunakan keterangan saksi yang dijadikan acuan untuk menetapkan tersangka.
"Alat bukti itu tidak bisa hanya digantungkan satu orang saja,” kata Hotma.
Pihaknya juga masih menyakini bahwa Agus, tersangka lainnya yang membunuh Angeline.
Hotma sebelumnya bahkan menginginkan agar Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milih Agus dihadirkan dalam sidang praperadilan dan sekaligus mendatangkan tersangka untuk dimintai keterangan.
"Ketika semuanya dihadirkan dalam sidang praperadilan ini maka semuanya akan terlihat kebenaranya," ujar Hotma,.
Dalam BAP pertama milik Agus, dia mengakui telah membunuh dan memperkosa Angeline. Dia membunuh korban dengan membenturkan kepala anak kelas II SD itu ke lantai.
"Hal tersebut sesuai dengan ante mortem,"ujarnya.
Seperti diberitakan, kasus pembunuhan sadis Angeline ini menyita perhatian media. Angeline awalnya diberitakan hilang, namun selang dua pekan, jenazah Angeline ditemukan halaman belakang rumah ibu tirinya.
Jenazah Angeline dibungkus sprei dan ditemukan tumpukan sampah di atas kubur Angeline. Kepolisian kini telah mencocok dan menyatakan Margaret dan Agustinus Hamdani, bekas pembantu rumah tangga sebagai pelaku. (Luh Wayanti)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin