Suara.com - Ganda putra pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menargetkan gelar juara dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015 yang akan digelar pada Senin (10/8/2015) hingga Minggu (16/8/2015) di Stadion Istora Senayan Jakarta.
"Kami berharap jadi juara. Tahun depan tidak ada kejuaraan dunia karena ada Olimpiade. Apalagi saya belum pernah meraih gelar Juara Dunia di Indonesia," kata Hendra di Jakarta, Selasa (4/8/2015).
Pasangan atlet putra andalan Indonesia itu menjadi pemain unggulan ketiga dalam Kejuaraan Dunia yang digelar untuk ketiga kalinya di Jakarta yang masuk pada paruh atas hasil undian pertandingan bersama wakil Korea Selatan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong dan wakil Tiongkok Fu Haifeng/Zhang Nan.
"Kami ingin fokus pada setiap pertandingan yang akan dijalani. Pada putaran 16 besar, kami akan bertemu pasangan Jepang Kenta Kazuno/Kazushi Yamada. Mereka adalah pasangan bagus. Setelah itu, kami akan menghadapi pasangan Denmark atau Taipei," kata Hendra tentang posisinya bersama Ahsan dalam undian Kejuaraan Dunia.
Hendra mengakui ada beban sebagai pemain tuan rumah untuk menjadi juara. Tapi, peraih dua gelar Juara Dunia itu mengatakan persiapannya bersama Ahsan sudah maksimal.
"Kami belum diskusi lebih lanjut dengan pelatih tentang strategi nanti di lapangan," kata Hendra.
Sementara, kepala pelatih ganda putra PBSI Herry Iman Pierngadi mengatakan seluruh atlet-atlet ganda putra yang akan tampil pada Kejuaraan Dunia sudah berlatih maksimal.
"Pada pekan ini kami banyak memberikan latihan teknik permainan. Kemarin kami juga melakukan analisis video pertandingan lawan, bagaimana cara mereka bermain, apa kelebihan dan kekurangan mereka," kata Herry.
Herry mengatakan pasangan Hendra/Ahsan sering kalah dari wakil Korea Selatan atau wakil Tiongkok. Tapi, Kejuaraan Dunia 2015 menjadi keuntungan bagi atlet-atlet Indonesia sebagai tuan rumah.
"Saya menargetkan Angga/Ricky lolos ke putaran delapan besar atau semifinal. Untuk Ade/Wahyu, saya berharap mereka dapat membuat kejutan dengan mengalahkan pemain unggulan," kata Herry. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut