News / Internasional
Sabtu, 08 Agustus 2015 | 09:36 WIB
Ilustrasi topan. (Shutterstocks)

Suara.com - Tiga orang dilaporkan tewas, satu orang hilang dan sebanyak 28 orang lagi cedera setelah Topan Soudelor menerjang daratan di Hualien, Taiwan Timur. Demikian informasi yang dirilis pusat operasi bencana Taiwan, Sabtu (8/8/2015) pagi.

Kantor berita Xinhua melaporkan, inti Topan Soudelor memasuki daratan di kotapraja Sioulin pada Sabtu pukul 04.40 waktu setempat.

Topan super itu membawa angin kencang dan hujan lebat yang memutus pasokan listrik buat lebih dari 80.000 rumah tangga, membuat penumpang terdampar di bandar udara dan stasiun kereta dan kota besar di seluruh negara pulau tersebut dipenuhi baliho serta pohon yang tumbang

Badan meteorologi setempat mengatakan Topan Soudelor berada 60 kilometer di sebelah barat Hualien hingga pukul 06.00 waktu setempat dan bergerak ke arah barat-laut dengan kecepatan 19 kilometer per jam. Gelombang dahsyat setinggi delapan sampai 11 meter juga terlihat di sepanjang pantai timur pulau itu.

Topan tersebut disertai angin dengan kecepatan maksimum 173 kilometer, dan hembusan mencapai 209 kilometer per jam, demikian pernyataan badan meteorologi Taiwan.

Petugas prakiraan cuaca mengatakan Topan Soudelor mungkin mulai melemah dan bergerak ke luar dan memasuki Selat Taiwan menjelang Sabtu siang waktu setempat. Tapi warga diperingatkan mengenai kemunginan angin kencang dan hujan sangat lebat selama proses itu. (Antara)

Load More