Suara.com - Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim menilai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman yang baru dilantik, Rizal Ramli merupakan sosok yang dikenal bersih. Rizal juga berintegritas.
Selain itu, ujar dia, Rizal juga dikenal pernah memiliki pengalaman duduk di pemerintahan sebagai Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid.Meski bukan orang yang berlatar belakang kemaritiman, lanjutnya, setidaknya Rizal dinilai mengetahui tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Rizal harus diuji selama 3 bulan ke depan.
"Ekonom yang satu ini dikenal bersih dan berintegritas," kata Abdul Halim, Rabu (12/8/2015).
Rizal Ramli dikenal sebagai sosok yang vokal dan kritis terhadap pemerintah. Bahkan sejak masa Orde Baru lalu, dirinya juga pernah mengikuti unjuk rasa di ITB pada akhir tahun 1970-an. Sehingga juga pernah merasakan ditahan oleh pemerintah Orba.
Kemudian, setelah berhasil mendapatkan beasiswa dan meraih gelar doktor ekonomi dari Boston University, dia bersama sejumlah orang juga mendirikan lembaga "Econit Advisory Group", yang juga kerap mengeritik kebijakan-kebijakan pemerintah masa Orde Baru. Selanjutnya pada masa reformasi tepatnya pada periode Maret 2000-Februari 2001, lelaki kelahiran Padang, 10 Desember 1954 itu juga diangkat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog).
Pada masa kepemimpinannya di Bulog, dia berupaya membuat lembaga tersebut menjadi lebih transparan. Di antaranya dengan melakukan penyederhanaan dan konsolidasi rekening-rekening Bulog dari sebelumnya berjumlah 117 rekening menjadi hanya sembilan rekening.
Setelah keberhasilannya di Bulog, Rizal juga diangkat menjadi Menko Perekonomian dan langsung mencetuskan 10 Program Percepatan Ekonomi, antara lain menciptakan stabilitas di sektor finansial, meningkatkan kesejahteraan rakyat di pedesaan untuk memperkuat stabilitas sosial-politik, memacu pengembangan usaha skala mikro dan UKM, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Selain itu, program percepatan lainnya mengutamakan pemulihan ekonomi berlandaskan investasi daripada berlandaskan pinjaman, memacu peningkatan ekspor, menjalankan privatisasi bernilai tambah, melaksanakan desentralisasi ekonomi dengan tetap menjaga keseimbangan fiskal, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, dan mempercepat restrukturisasi perbankan Setelah era Gus Dur, Rizal Ramli juga dikenal sebagai sosok pengamat ekonomi yang kerap dimintai komentar tentang berbagai permasalahan perekonomian yang sedang terjadi di Tanah Air. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan