Suara.com - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sejaran menjadi landasan utama bagi negara yang ingin maju. Dengan mengetahui sejarah, kita sebagai masyarakat Indonesia memiliki keberanian yang kuat untuk memajukan negara Indonesia karena sudah paham apa dasar negara kita.
"Sejarah itu sangat penting kalau mau memajukan negara. Karena kalau kita paham dengan sejarah, kita tahu apa landasan negara kita. Jadi kita kalau mau debat kita kuat dan jadi lebih berani, kan kita jadi tahu landasan negara kita ini seperti apa," kata Ahok di Meseum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2015).
Ia mengatakan, percuma jika seseorang saat ini berdebat tentang ideologi, bicara soal negara, tetapi dengan tidak dibekali dengan dasar-dasar sejarah itu hanya perbuatan yang sia-sia.
"Contoh kita enggak tahu kenapa ada pancasila, kenapa naskah proklamasi dibuat, ngapain kita debat enggak ada gunanya. Apa yang mau diperjuangin, orang negara sendiri aja enggak tahu. Jadi sejarah itu sangat penting," ungkapnya.
Oleh sebab itu, jika ingin membuat Indonesia menjadi negara maju harus paham dulu apa dasar negara dengan demikian kita dapat membuat Indonesia lebih maju dibanding negara lain.
"Kita ini punya kelebihan, coba dibandingkan dengan Amerika, mereka belum punya presiden wanita, tapi kita sudah. Ini kan kelibihan bagi kita. Saya bukan mau konfrontasi dengan Amerika ini untuk menumbuhkan semangat kita untuk berjuang lebih baik," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran
-
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
-
Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau
-
Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya
-
Teror Penyiraman Air Keras: LPSK Berikan Perlindungan Darurat Bagi Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Mudik Lebih Santai? Menhub Ajak Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Macet